Perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem, mengancam ketahanan hidup pedagang kecil perkotaan di wilayah rawan bencana. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas kerentanan ekonomi, namun masih terbatas dalam mengungkap proses transformasi mata pencaharian sebagai sebuah fenomena sosial yang dinamis dan penuh makna. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses transformasi mata pencaharian yang dialami oleh pedagang kecil di sekitar kampus sebagai respons terhadap tekanan cuaca ekstrem. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pedagang sayur yang dipilih secara purposif. Temuan kunci penelitian mengungkap tiga bentuk transformasi. Pertama, transformasi sektoral dari jasa pangan ke ritel sayur yang melalui periode jeda sebagai bentuk resiliensi. Kedua, transformasi model usaha dari keliling ke menetap yang mengoptimalkan stabilitas dan kedalaman layanan. Ketiga, transformasi keahlian melalui adopsi teknologi digital yang justru memperkuat nilai-nilai pelayanan manusiawi, menciptakan hybriditas unik. Secara implikasi, penelitian ini menawarkan peta jalan transformatif bagi pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang tidak hanya teknis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosio-kultural dan temporal dari proses adaptasi, serta memperkaya teori sosial dengan perspektif humanisme dalam transformasi digital.
Copyrights © 2025