Pesisir Aceh Barat memiliki mosaik habitat lahan basah seperti mangrove, muara sungai, laguna, pertambakan, dataran lumpur pasang surut, sawah pesisir, dan pantai berbatu yang berfungsi sebagai area makan, beristirahat, dan berbiak bagi burung air ordo Ciconiiformes. Bukti ekologi menunjukkan bahwa produktivitas mangrove, ketersediaan invertebrata pada dataran lumpur, serta dinamika pasang-surut menjadi faktor penting yang menentukan kehadiran dan kelimpahan kelompok burung ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi jenis dan tingkat keanekaragaman burung Ciconiiformes serta mengevaluasi kondisi habitat lahan basah di Aceh Barat. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan melalui pengamatan langsung dengan analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesisir Aceh Barat memiliki potensi sebagai habitat penting, dengan famili Ardeidae sebagai kelompok paling dominan. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’ = 0,49) mengindikasikan kategori rendah akibat dominasi Bubulcus ibis. Indeks dominansi Simpson (D = 0,79) menunjukkan komunitas tidak seimbang. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengelolaan berbasis bentang lahan melalui restorasi mangrove, perlindungan dataran lumpur, pengaturan tambak ramah-burung, dan pemantauan berbasis komunitas.
Copyrights © 2025