Penelitian ini bermula dari hasil observasi awal peneliti di Kelas V SD Negeri 192/II Sungai Buluh pada saat pelaksanaan PPLK. Ditemukan bahwa peserta didik di kelas V SD Negeri 192/II Sungai Buluh mengalami kesulitan dalam memberikan alasan yang mendukung jawaban mereka ketika ditanya pendidik. Hal ini mencerminkan kurangnya kemampuan berpikir kritis, merinci, dan mengkaji pendapat mereka sendiri. Peserta didik juga mengalami kesulitan dalam menjelaskan konsep atau ide. Mereka sering menemui kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang mengharuskan berpikir lebih mendalam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di Kelas V SD Negeri 192/II Sungai Buluh yang berlokasi di Kecamatan Sungai Buluh, Kabupaten Bungo, dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Semester I Tahun Pelajaran 2025–2026. Subjek penelitian adalah siswa kelas V. Desain penelitian yang digunakan adalah model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS. Terjadi peningkatan pada pengamatan siklus I pertemuan 1 sebesar 52,14%, kemudian pertemuan 2 menjadi 70,43%, pada siklus II pertemuan 1 memperoleh nilai 83,71% dan pada pertemuan 2 sebesar 91,86%. Peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dari siklus I ke siklus II sangat mencolok. Pada siklus I, kemampuan analisis meningkat dari 35% menjadi 55%, kemampuan mensintesis meningkat dari 32% menjadi 41%, kemampuan mengenal dan memecahkan masalah dari 30% menjadi 63%, serta kemampuan menyimpulkan dari 67% menjadi 75%. Selain itu, hasil belajar peserta didik juga meningkat, dari 67,9% pada siklus I menjadi 85,7% pada siklus II.
Copyrights © 2025