Perkembangan teknologi digital telah memudahkan akses informasi, tetapi juga membuat remaja lebih sering melihat konten pornografi online. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang perilaku dan sikap seksual remaja di Indonesia. Studi ini mengkaji dampak paparan pornografi daring terhadap perilaku seksual remaja dan mengidentifikasi faktor risiko serta faktor perlindungan dalam konteks sosial dan budaya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari artikel antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil menunjukkan bahwa akses ke pornografi berdampak pada psikologis, perilaku, dan sosial remaja. Dampak psikologis meliputi rasa ingin tahu, penurunan empati, dan kesulitan fokus. Secara perilaku, penggunaan pornografi berkaitan dengan sikap lebih menerima hubungan seksual sebelum menikah dan perilaku seksual berisiko. Norma budaya dan agama memainkan peran penting, dengan konflik moral yang sering muncul. Kurangnya literasi digital dan pendidikan seks membuat dampak negatif semakin besar. Namun, komunikasi keluarga, pengawasan orang tua, pendidikan seks sesuai budaya, dan peningkatan literasi digital dapat menjadi faktor perlindungan. Penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan multidisiplin untuk merancang strategi pendidikan dan kebijakan publik untuk mengurangi dampak pornografi online pada remaja di Indonesia
Copyrights © 2025