Era digital yang semakin kompetitif menuntut humas untuk terus berinovasi. salah satu tantangan kuat humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yaitu kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) terutama dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Bagaimana PTS tetap sustainable. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diambil melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber dari bagian Humas PTS kota Surakarta. Tujuannya menganalisis bentuk resiliansi Humas PTS terhadap kebijakan pemerintah tentang PTN-BH yang berdampak pada persaingan penerimaan mahasiswa. Hasil penelitian bahwa kebijakan PTN-BH memberikan dampak signifikan terhadap penurunan jumlah pendaftar di sebagian besar PTS sebesar 1015% dalam dua tahun terakhir. Namun, Humas PTS menunjukkan kemampuan adaptasi dan daya tahan yang tinggi terhadap kebijakan tersebut melalui tiga bentuk strategi utama, yaitu resiliansi adaptif, resiliansi kolaboratif, dan resiliansi inovatif. Strategi adaptif dilakukan dengan relevansi konten komunikasi dan pendekatan promosi; strategi kolaboratif diwujudkan dengan kemitraan sekolah, media, dinas dan alumni; sedangkan strategi inovatif diterapkan melalui transformasi digital marketing dan penggunaan data analitik untuk menjangkau calon mahasiswa. Faktor pendukung utama resiliansi PTS meliputi kepemimpinan visioner yang dimiliki, kolaborasi kuat dari tim, dan orientasi pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliansi Humas PTS tidak hanya menjadi starategi komunikasi bertahan dari tekanan kebijakan, tetapi juga menjadi dasar acuhan strategis dalam membangun citra dan daya saing perguraun tinggi swasta di era kompetisi yang semakin terbuka
Copyrights © 2025