Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan limbah ampas sagu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan observasi langsung, yang dilaksanakan di Kampus Politeknik Merauke. Ampas sagu yang digunakan memiliki kandungan pati sebesar 65,7%, lignin 21%, dan selulosa 20%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah ampas sagu tidak memberikan manfaat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif maupun hasil produksi ubi jalar ungu. Hal ini karena komposisi dan struktur fisik ampas sagu belum optimal sebagai media tanam. Oleh karena itu, disarankan agar petani menggunakan ampas sagu yang telah mengalami pelapukan atau difermentasi sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.
Copyrights © 2025