Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN PENGECER PATI SAGU DI PASAR WAMANGGU KABUPATEN MERAUKE Artiningsih, Puji Susanty; Masatuneko, Jean Laurina; Palma, Aguslavia S.M
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga pati sagu bervariasi antara Rp.25.000 – Rp.30.000 perkilogram, lebih tinggi daripada harga beras sekitar Rp.8.000 – Rp.13.000 perkilogram. Perbedaan harga yang cukup jauh serta kandungan nutrisi dari sagu yang dapat menggantikan sumber nutrisi beras inilah yang mendasari semakin banyaknya pedagang yang tertarik untuk menjual pati sagu di pasar Wamanggu Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran usaha pengecer pedagang pati sagu di pasar Wamanggu Merauke. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pedagang pengecer memperoleh bahan baku pati sagu basah dari kampung Tambat, Senayu, Sermayam, Poo, Torai, Erambu. Pati sagu yang dijual ada 2 macam, yaitu untuk keperluan olahan sagu bakar dan olahan papeda. Rantai usaha perdagangan pati sagu adalah pati sagu dari pengolah sagu di sentra pengolahan sagu langsung dijual kepada pedagang pengecer di Kabupaten Merauke yang kemudian dijual kepada konsumen. Analisa usaha menunjukkan rata-rata setiap bulan jumlah pengeluaran Rp.1.137.500, penerimaan Rp.3.000.000 dan keuntungan Rp.1.862.500 khususnya bagi pengecer yang telah berjualan lebih dari 10 tahun, sedangkan bagi yang berjualan kurang dari 10 tahun keuntungan kurang dari itu.
Penggunaan Media Tanam Ampas Sagu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Ungu Masatuneko, Jean Laurina; Artiningsih, Puji Susanty
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan limbah ampas sagu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan observasi langsung, yang dilaksanakan di Kampus Politeknik Merauke. Ampas sagu yang digunakan memiliki kandungan pati sebesar 65,7%, lignin 21%, dan selulosa 20%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah ampas sagu tidak memberikan manfaat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif maupun hasil produksi ubi jalar ungu. Hal ini karena komposisi dan struktur fisik ampas sagu belum optimal sebagai media tanam. Oleh karena itu, disarankan agar petani menggunakan ampas sagu yang telah mengalami pelapukan atau difermentasi sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.
Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga pada Tiga Kampung Lokal di Kabupaten Merauke Artiningsih, Puji Susanty; Rahawarin, Beatrix Anna Maria; Masatuneko, Jean Laurina; Palma, Aguslavia Somalolo Masrianto
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i4.5018

Abstract

The communities in Senayu, Sanegi, and Boepe Villages have long relied on foraging activities such as hunting and fishing as well as gardening around sago plants to meet their food needs. Reduced access to forests on investor-managed land has increasingly limited these food sources, creating the need for a rapid strategy to optimize home gardens to meet household consumption needs. This Community Service Program (PKM) aims to improve community knowledge and skills in cultivating organic plants, thereby strengthening household food security while supporting sustainable environmental management. The program was carried out through training and mentoring, using a participatory approach that actively involved community members at each stage of the activities. The initiative was conducted by lecturers from Yasanto Agricultural Polytechnic and participated in by 26 residents from Senayu, Sanegi, and Boepe Villages. The process included initial coordination, preparation of tools and materials, six days of organic farming training, and three months of home-garden cultivation mentoring. Evaluation was carried out through field observations, interviews, and documentation. The results show that participants understood and applied organic cultivation techniques, including the production of organic fertilizer and the management of growing media. These practices resulted in vegetable harvests that were used for household consumption, shared with neighbors, and partially sold. The program proved effective in enhancing community capacity and strengthening household food security. The implications include reinforcing sustainable agriculture practices based on local resources, reducing the use of chemical inputs, and providing an empowerment model that can be replicated and adapted in other villages.
Pendapatan Usahatani Tanaman Sawi dan Kangkung di Kelurahan Rimba Jaya Kabupaten Merauke Masatuneko, Jean Laurina; Palma, Aguslavia S M; Rahawarin, Beatrix Anna Maria
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.671-684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani tanaman sawi dan kangkung di Kelurahan Rimba Jaya, Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada petani lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap komponen biaya produksi, penerimaan, serta perhitungan pendapatan bersih. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan rumus rata-rata tanpa uji statistik, karena penelitian ini bersifat berbasis observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sawi dan kangkung sama-sama memberikan keuntungan bagi petani, dengan pendapatan bersih sebesar Rp1.050.401/ha/bulan untuk sawi dan Rp1.132.567/ha/bulan untuk kangkung. R/C ratio usahatani sawi sebesar 6,57 dan kangkung sebesar 5,52, yang berarti kedua komoditas tersebut layak dan menguntungkan secara ekonomis. Meskipun biaya produksi kangkung lebih tinggi, volume produksi yang lebih besar membuat pendapatan bersihnya lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua tanaman hortikultura tersebut berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan petani setempat.