Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN PENGECER PATI SAGU DI PASAR WAMANGGU KABUPATEN MERAUKE Artiningsih, Puji Susanty; Masatuneko, Jean Laurina; Palma, Aguslavia S.M
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga pati sagu bervariasi antara Rp.25.000 – Rp.30.000 perkilogram, lebih tinggi daripada harga beras sekitar Rp.8.000 – Rp.13.000 perkilogram. Perbedaan harga yang cukup jauh serta kandungan nutrisi dari sagu yang dapat menggantikan sumber nutrisi beras inilah yang mendasari semakin banyaknya pedagang yang tertarik untuk menjual pati sagu di pasar Wamanggu Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran usaha pengecer pedagang pati sagu di pasar Wamanggu Merauke. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pedagang pengecer memperoleh bahan baku pati sagu basah dari kampung Tambat, Senayu, Sermayam, Poo, Torai, Erambu. Pati sagu yang dijual ada 2 macam, yaitu untuk keperluan olahan sagu bakar dan olahan papeda. Rantai usaha perdagangan pati sagu adalah pati sagu dari pengolah sagu di sentra pengolahan sagu langsung dijual kepada pedagang pengecer di Kabupaten Merauke yang kemudian dijual kepada konsumen. Analisa usaha menunjukkan rata-rata setiap bulan jumlah pengeluaran Rp.1.137.500, penerimaan Rp.3.000.000 dan keuntungan Rp.1.862.500 khususnya bagi pengecer yang telah berjualan lebih dari 10 tahun, sedangkan bagi yang berjualan kurang dari 10 tahun keuntungan kurang dari itu.
Penggunaan Media Tanam Ampas Sagu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Ungu Masatuneko, Jean Laurina; Artiningsih, Puji Susanty
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan limbah ampas sagu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan observasi langsung, yang dilaksanakan di Kampus Politeknik Merauke. Ampas sagu yang digunakan memiliki kandungan pati sebesar 65,7%, lignin 21%, dan selulosa 20%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah ampas sagu tidak memberikan manfaat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif maupun hasil produksi ubi jalar ungu. Hal ini karena komposisi dan struktur fisik ampas sagu belum optimal sebagai media tanam. Oleh karena itu, disarankan agar petani menggunakan ampas sagu yang telah mengalami pelapukan atau difermentasi sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.
Pendapatan Usahatani Tanaman Sawi dan Kangkung di Kelurahan Rimba Jaya Kabupaten Merauke Masatuneko, Jean Laurina; Palma, Aguslavia S M; Rahawarin, Beatrix Anna Maria
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.671-684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani tanaman sawi dan kangkung di Kelurahan Rimba Jaya, Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada petani lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap komponen biaya produksi, penerimaan, serta perhitungan pendapatan bersih. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan rumus rata-rata tanpa uji statistik, karena penelitian ini bersifat berbasis observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sawi dan kangkung sama-sama memberikan keuntungan bagi petani, dengan pendapatan bersih sebesar Rp1.050.401/ha/bulan untuk sawi dan Rp1.132.567/ha/bulan untuk kangkung. R/C ratio usahatani sawi sebesar 6,57 dan kangkung sebesar 5,52, yang berarti kedua komoditas tersebut layak dan menguntungkan secara ekonomis. Meskipun biaya produksi kangkung lebih tinggi, volume produksi yang lebih besar membuat pendapatan bersihnya lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua tanaman hortikultura tersebut berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan petani setempat.