Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Volume 8 Nomor 3 November 2025

The Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index and the Incidence of Preeclampsia in Primigravida at Cibabat Regional Hospital

Utami, Hasri Larasati (Unknown)
Gurnadi, Jeffry Iman (Unknown)
Pribadi, Adhi (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Nov 2025

Abstract

Objective: This study investigates the association between pre-pregnancy body mass index (BMI) and the incidence of preeclampsia in primigravida women.Methods: This cross-sectional study includes women who delivered at Cibabat General Hospital between 2023 and 2024. Pre-pregnancy BMI (kg/m²) was classified according to WHO categories: underweight (less than 18.5), normal (18.5–22.9), overweight (23.0–24.9), obese class I (25.0–29.9), and obese class II (≥30.0). The Spearman-Rho correlation coefficient was employed to analyze the relationship between pre-pregnancy BMI and the incidence of preeclampsia. Result: Our study demonstrated that, among 217 participants, 159 (73.3%) experienced preeclampsia. The proportion of women with an overweight/obese BMI who have preeclampsia is higher (36%-38%) compared to those with normal BMI (19%) and underweight BMI (15%). The Spearman-Rho correlation coefficient suggested a positive correlation between pre-pregnancy BMI and the incidence of preeclampsia (r = 0.367; p < 0.001), indicating that an increased BMI is statistically associated with an increased risk of preeclampsia.Conclusion: A BMI is associated with an increased risk of preeclampsia in primigravida women.Hubungan antara Indeks Massa Tubuh Sebelum Kehamilan terhadap Kejadian Preeklamsia pada Ibu Primigravida di RSUD CibabatAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara IMT pra-kehamilan dan insiden preeklamsia pada ibu primigravida.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dan melibatkan ibu primigravida yang menjalani persalinan di RSUD Cibabat pada periode 2023 hingga 2024. IMT partisipan sebelum kehamilan dikategorikan berdasarkan standar WHO: berat badan kurang (< 18.5), normal (18.5-22.9), berat badan berlebih (23.0 – 24.9), obesitas tipe 1 (25.0 – 29.9), dan obesitas tipe 2 (≥30.0). Data kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan metode spearman-rho correlation coefficient untuk menetukan korelasi antara IMT pra kehamilan dan kejadian preeklampsia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan, dari 217 partisipan pada penelitian ini, 73,3% diantaranya mengalami kejadian preeklamsia. Proporsi preeklampsia tampak lebih tinggi pada partisipan dengan berat badan berlebih/obesitas (36–38%) dibandingkan dengan partisipan dengan IMT normal (19%) dan IMT kurang berat badan (15%). Hasil uji spearman-Rho correlation coefficient menunjukkan korelasi positif antara IMT pra-kehamilan dan kejadian preeklamsia (r = 0,367; p < 0,001), mengindikasikan peningkatan IMT sebelum kehamilan berhubungan dengan risiko preeklamsia.Kesimpulan: Peningkatan IMT pra-kehamilan berhubungan dengan peningkatan risiko preeklamsia pada wanita primigravida.Kata kunci: Edukasi prakonsepsi; Indeks massa tubuh; Primigravida 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

obgynia

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen ...