Jembatan Wolowona eksisting di Kabupaten Ende terbuat dari struktur rangka baja dan rentan terhadapkorosi dan kelelahan material di lingkungan tropis lembap. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulangstruktur atas jembatan dengan bentang 50 meter menggunakan konstruksi pelengkung beton bertulang tipetrue arch sebagai solusi yang lebih durabel dan efisien dari segi biaya siklus hidup. Metodologi perancangandidasarkan pada analisis struktur menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak SAP2000.Kriteria pembebanan dan desain mengacu secara ketat pada standar nasional Indonesia yang relevan, meliputiSNI 1725:2016 untuk pembebanan, SNI 2833:2016 untuk ketahanan gempa, dan SNI 2847:2019 untukperancangan penulangan beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur termasukpelengkung utama, sistem gelagar, dan pelat lantai memenuhi persyaratan kekuatan di bawah kombinasibeban rencana. Detail penulangan untuk setiap komponen telah ditentukan untuk memastikan kapasitas yangmemadai terhadap gaya-gaya dalam yang terjadi. Disimpulkan bahwa desain pelengkung beton bertulangmerupakan alternatif yang layak secara teknis, kuat, dan memenuhi standar. Struktur ini menawarkankeunggulan signifikan dalam hal durabilitas, ketahanan korosi, dan potensi biaya perawatan jangka panjangyang lebih rendah dibandingkan struktur rangka baja eksisting.
Copyrights © 2025