Stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, dengan stroke iskemik sebagai tipe terbanyak. Transformasi hemoragik merupakan komplikasi serius yang memperburuk luaran neurologis. Faktor risiko seperti hipertensi, dislipidemia dan hiperglikemia yang tidak terkontrol berperan besar terhadap terjadinya penyakit serebrovaskular. Deteksi dini dan penatalaksanaan cepat penting untuk mencegah perburukan dan memperbaiki prognosis. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang dengan keluhan kelemahan pada ekstremitas kanan yang berlangsung selama dua minggu. Keluhan diawali dengan sakit kepala, muntah, dan bicara pelo secara tiba-tiba. Pasien tidak segera mencari pengobatan karena kendala finansial, sehingga gejala semakin memburuk. Pasien mengalami kesulitan berbicara serta kelemahan gerak ekstremitas kanan yang menyebabkan tirah baring. Riwayat medis menunjukan hipertensi dan dislipidemia yang tidak terkontrol, disertai status gizi berlebih. Pemeriksaan fisik, menemukan afasia motorik, hemiparesis kanan dengan hipotonus, penurunan sensasi pada ekstremitas kanan, ptosis mata kiri, parese nervus fasialis sinistra, serta gangguan pergerakan lidah dengan lateralisasi ke kiri. Pemeriksaan laboratorium menunjukan peningkatan gula darah puasa, kolesterol total, dan trigliserida, dari pemeriksaan CT scan kepala didapatkan Kesan stroke infark luas disertai perdarahan pada lobus temporal sinistra. Pasien ditegakkan diagnosis stroke iskemik hemoragik dan mendapatkan penatalaksanaan medis yang sesuai disertai edukasi komprehensif. Kasus ini menekankan pentingnya pengenalan dini dan penatalaksanaan cepat pada stroke iskemik dengan transformasi hemoragik untuk mencegah perburukan defisit neurologis yang lebih lanjut.
Copyrights © 2025