Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENYULUHAN “PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS)” DALAM RANGKA PROGRAM TENTARA MANUNGGAL MASUK DESA (TMMD) WILAYAH KODIM 0510 TIGARAKSA, TANGERANG Gunawan, Shirly; Drew, Clement; Nindi R, Desintha Cristy; Henyta, Henyta; Sari, Karen Permata
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.576 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2897

Abstract

Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan lembaga lainnya dan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat. Kegiatan ini berguna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan desa, khususnya daerah tertinggal, serta meningkatkan kualitas generasi muda sebagai generasi milenial yang mandiri dan berkarakter kebangsaan. Program TMMD meliputi kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan non fisik TMMD dapat dilakukan melalui penyuluhan di bidang kesehatan, dengan salah satu materinya mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), dengan indikator: pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah. PHBS  merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan PHBS serta meningkatkan peran aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat. Penyuluhan PHBS kepada warga wilayah Kodim 0510 Tigaraksa, Tangerang  dilakukan dalam rangka TMMD ke 102 tahun 2018.  Penyuluhan diberikan kepada 80 peserta yang terdiri dari pelajar SMA, Pemuda Karang Taruna, anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan masyarakat wilayah setempat. Materi penyuluhan PHBS disampaikan melalui media gambar dan demo secara langsung. Penyuluhan ini memberikan hasil yang baik, terlihat dari hasil evaluasi terhadap materi penyuluhan PHBS, yang dilakukan melalui sesi tanya-jawab. Evaluasi dilakukan dengan menanyakan kembali kepada peserta, beberapa hal penting terkait materi penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan peserta dapat menjawab dengan benar setiap pertanyaan yang diberikan.
Upaya Pencegahan TBC dengan Demonstrasi Etika Batuk di Wilayah Kerja Puskesmas Kresek, Tangerang Angelina, Chesia; Drew, Clement
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.23422

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular melalui udara yang ditularkan melalui batuk, bersin, atau pembuangan dahak yang tidak memadai. Dalam konteks global pada tahun 2021, sekitar 10,6 juta orang didiagnosis menderita TBC paru. Jumlah kasus yang dilaporkan di Indonesia adalah sekitar 969.000 pada tahun yang sama. Berdasarkan data Januari-Juli 2023, Puskesmas Kresek mencatat adanya peningkatan kasus baru TBC paru sebanyak 75 kasus. Meningkatkan kesadaran akan penyakit TBC paru di kalangan masyarakat Desa Kresek, menekankan pentingnya etika batuk yang benar dan praktik mencuci tangan yang efektif.: Intervensi ini dilakukan melalui pendekatan diagnosis komunitas, menggunakan Paradigma Blum untuk mengidentifikasi masalah dan metode Delphi tanpa skoring untuk menentukan prioritas masalah. Diagram tulang ikan digunakan untuk analisis akar permasalahan. Strategi intervensi, yang berfokus pada mendidik warga tentang teknik batuk yang benar, dirancang menggunakan pendekatan kerangka logis yang berorientasi pada tujuan. Angka kejadian kasus baru TBC paru di wilayah operasional Puskesmas Kresek tertinggi tercatat di Desa Kresek. Penilaian pra-intervensi untuk mengukur pemahaman tentang etika batuk yang benar di antara peserta menunjukkan bahwa hanya 6 dari 20 yang dapat melakukan etika batuk. Pasca intervensi, yang melibatkan demonstrasi komprehensif, semua peserta dapat melakukan etika batuk yang benar. Pendekatan diagnosis komunitas memastikan Desa Kresek memiliki prevalensi TB paru tertinggi. Melalui diagnosis ini, faktor-faktor yang berkontribusi diidentifikasi, dan intervensi yang ditargetkan diterapkan. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat setempat tentang etika batuk yang efektif (p=0,002), yang mendorong langkah-langkah mitigasi penyebaran tuberkulosis di Desa Kresek.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae dan Perilaku Sadari Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021 Wulandari, Ajeng Anggi; Shalmont, Grace; Drew, Clement
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.177

Abstract

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor jinak yang umum pada wanita usia 20-29 tahun. Pengetahuan tentang FAM di Indonesia masih rendah, sementara metode deteksi dini seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) belum banyak diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang FAM, SADARI, dan perilaku SADARI pada mahasiswi FK Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis survei dengan metode pengambilan sampel non-random quota base sampling terhadap 115 mahasiswi FK Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi kuesioner pengetahuan FAM, kuesioner pengetahuan SADARI, dan kuesioner sikap terhadap perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang FAM, 60,9% memiliki pengetahuan cukup, dan 8,7% memiliki pengetahuan kurang. Sementara itu, 73,91% responden memiliki pengetahuan baik tentang SADARI, 18,3% memiliki pengetahuan cukup, dan 7,8% memiliki pengetahuan kurang. Meskipun mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang FAM dan SADARI, hanya 55,7% yang rutin melakukan SADARI. Dari mereka yang melakukan SADARI, 45,2% memiliki sikap baik terhadap pemeriksaan ini, 7% memiliki sikap cukup, dan 3,5% memiliki sikap kurang. Namun, terdapat 44,3% responden yang tidak melakukan SADARI sama sekali. Kesimpulan, menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan mengenai FAM dan SADARI cukup tinggi, hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan praktik SADARI. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang lebih mendalam serta dorongan praktis bagi mahasiswi untuk meningkatkan kebiasaan melakukan SADARI secara rutin. Saran yang diberikan adalah implementasi program edukasi berbasis kampus yang tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga menekankan pentingnya penerapan SADARI dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan deteksi dini FAM dan kanker payudara.
Upaya Penurunan Kasus TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kresek Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Sanjaya, Juliana; Drew, Clement
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.57676

Abstract

data at the Kresek Community Health Center, the number of tuberculosis cases increased from January to May. Seeing this, it is necessary to carry out a community diagnosis approach to further analyze and identify the factors causing the increase in cases of pulmonary tuberculosis so that immediate intervention can be carried out to prevent the spread and reduce the number of new cases of pulmonary tuberculosis in the working area of the Kresek Community Health Center, Tangerang Regency. Objective: To enhance public awareness of TB, proper coughing, and handwashing within the Kresek Community Health Center’s operational area. Method: Utilizing the Blum Paradigm for community diagnosis to identify underlying causes, conducting mini-seurveys to gather data, the non-scoring Delphi method to prioritize problem, and fishbone diagrams to determine root causes of issues. Interventions include education on TB, cough etique and handwashing steps. Intervention is monitored using the Plan-Do-Check-Action (PDCA) cycle, along with systemic approach to evaluation. Results: Lifestyle factors was contributing to hig TB cases according to the Blum Paradigm. Intervention I (Pulmonary TB) outcomes indicate 29 participants (80,5%) experienced an improvement in post-test score compared to pre-test, wiht 32 participants (88,9%) achieving a post-test score ≥70. Intervention II (PHBS) outcomes indicate 34 participant (94,4%) showed an improvement in post-test score compared to pre-test, and 35 participants (97,2%) achieved a post-test score ≥70 and 6 randomly selected participants executed all two demonstration. Conclusion: There has been an improvement in knowledge regarding pulmonary TB, cough etiquette, and handwashing steps in the working area of Kresek Community Health Center.
UPAYA DIAGNOSIS KOMUNITAS HIPERTENSI TIDAK TERKENDALI PADA MASYARAKAT DESA RENGED, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRESEK Ifana, Shomadya Bayu; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43105

Abstract

Secara global, sejumlah 1,28 miliar dewasa dalam rentang usia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi, namun 46% tidak menyadari kondisinya, dan hanya 42% yang menerima pengobatan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia melaporkan bahwa hipertensi menjadi penyakit tidak menular nomor satu dengan prevalensi yang terus meningkat yaitu sebesar 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi menyumbang 8 juta kematian setiap tahunnya, termasuk 1,5 juta di Asia Tenggara. Tujuan kegiatan diagnosis komunitas ini adalah untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas kasus hipertensi tidak terkendali di Desa Renged, area kerja Puskesmas Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pendekatan diagnosis komunitas dilakukan dengan mengidentifikasi masalah menggunakan Paradigma Blum. Teknik non-skoring Delphi digunakan untuk menentukan prioritas masalah dan fishbone diagram untuk menentukan akar penyebab masalah. Pemantauan selama intervensi menggunakan plan–do–check–action cycle serta dilakukan pendekatan sistem sebagai evaluasi. Berdasarkan proses identifikasi dan penentuan akar masalah, dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi di mana 88% peserta memperoleh nilai pengetahuan ≥ 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pendekatan diagnosis komunitas terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Renged mengenai hipertensi. Dengan terjaidnya peningkatan pengetahuan, diharapkan peserta penyuluhan dapat menyebarluaskan informasi yang didapatkan kepada lingkungan sekitar sehingga diharapkan terjadi penurunan angka morbiditas dan mortalitas kasus hipertensi tidak terkendali di wilayah kerja Puskesmas Kresek.
PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT LEPTOSPIROSIS DISEASE IN THE WORKING AREA OF GEMBONG HEALTH CENTER Haryanto, Yonathan Julian; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43275

Abstract

Secara global, leptospirosis diperkirakan menyebabkan lebih dari 1 juta kasus dan 60.000 kematian setiap tahunnya, meskipun pelaporan yang tidak dilaporkan masih menjadi tantangan karena gejala yang tidak spesifik dan kapasitas diagnostik yang terbatas di rangkaian sumber daya yang terbatas. Indonesia melaporkan bahwa kurang dari 40% masyarakat Indonesia memahami gejala penyakit atau strategi pencegahannya, seperti pengendalian hewan pengerat. Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyakit leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Gembong adalah tujuan dari studi ini. Studi berbasis observasional menggunakan desain cross-sectional dilakukan pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025. Kami menggunakan survei mini yang telah diuji 1 minggu sebelumnya terhadap 30 responden berbeda di Puskesmas Gembong. Dari seluruh masyarakat yang berobat ke Puskesmas Gembong pada 6 Januari 2025, sekitar 90 pasien memenuhi kriteria inklusi. Perempuan mendominasi dengan persentase 56%. Pasien dalam penelitian ini berada pada rentang usia 18-67 tahun, dan rentang usia terbanyak adalah 20-40 tahun yaitu sekitar 58,9%, ibu rumah tangga (44,4%) dan berpendidikan SD (44,4%). Sekitar 83,3% pasien memiliki skor mini-survei <70. Sekitar 53,3% pasien tidak mengetahui penyebab penyakit leptospirosis, sekitar 77,7% pasien tidak mengetahui tanda dan gejala leptospirosis, sekitar 86,6% pasien tidak mengetahui pencegahan leptospirosis, dan 68,8% pasien tidak mengetahui komplikasi serius dari leptospirosis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa masih rendahnya pengetahuan Puskesmas Gembong mengenai penyakit leptospirosis.
EVALUATING THE PREDICTIVE ACCURACY OF 4-SITE FAT CALIPER MEASUREMENTS TOTAL BODY FAT AND VISCERAL FAT ESTIMATION Atzmardina, Zita; Drew, Clement; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i1.34333

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penilaian komposisi tubuh, khususnya lemak total dan visceral, sangat penting dalam menentukan risiko kesehatan. Lemak visceral berhubungan erat dengan masalah metabolik dan penyakit kardiovaskular, tetapi pengukurannya sering memerlukan teknik pencitraan yang mahal seperti CT atau MRI. Metode kaliper lemak 4-titik merupakan alat sederhana dan hemat biaya untuk menilai lemak tubuh total, namun efektivitasnya dalam memprediksi lemak visceral masih belum diketahui. Studi ini membandingkan estimasi metode kaliper 4-titik dengan teknik pencitraan standar emas untuk menilai akurasi prediktifnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi reproduksibilitas pengukuran berbasis kaliper terhadap lemak total dan visceral serta memberikan wawasan tentang penggunaannya dalam konteks klinis dan sumber daya terbatas. Hasil penelitian ini akan membantu praktisi dalam menerapkan teknik yang realistis untuk evaluasi kesehatan yang efektif. Metode: Studi cross-sectional ini dilakukan di Krendang (November 2024) dengan melibatkan 155 orang dewasa (18–60 tahun), dengan pengecualian individu dengan penyakit kronis, kehamilan, atau data yang tidak lengkap. Hasil: Kaliper triseps dan suprailiaka secara signifikan memprediksi lemak total dan subkutan regional (p < 0,001), tetapi tidak lemak visceral (p = 0,777; p = 0,745). Kaliper suprailiaka menunjukkan hubungan marginal dengan lemak lengan (p = 0,050). Hasil ini mendukung penggunaan pengukuran lipatan kulit sebagai alat yang andal untuk estimasi lemak subkutan. Kesimpulan: Kaliper triseps dan suprailiaka secara akurat memprediksi lemak subkutan tetapi tidak lemak visceral. Temuan ini menyoroti manfaatnya dalam pengaturan dengan sumber daya terbatas untuk memantau distribusi lemak, sekaligus menekankan perlunya pencitraan canggih untuk penilaian lemak visceral yang lebih akurat. ABSTRACT Introduction: Assessing body composition, particularly total and visceral fat, is critical for determining health risks. Visceral fat is highly associated with metabolic problems and cardiovascular diseases, but measuring it often necessitates the use of costly imaging techniques such as CT or MRI. The 4-site fat caliper method, a simple and cost-effective tool for assessing total body fat, is extensively used, although its effectiveness in predicting visceral fat is unknown. This study compares the 4-site fat caliper method's estimates to gold-standard imaging techniques to assess their predictive accuracy. The study's goal is to assess the reproducibility of caliper-derived measurements for total and visceral fat, as well as to provide insights into their use in clinical and resource-limited contexts. These findings will assist practitioners in implementing realistic techniques for conducting effective health evaluations. Methods: This cross-sectional study, conducted in Krendang (November 2024), involved 155 adults (18–60 years), excluding those with chronic conditions, pregnancy, or incomplete data. Results: Tricep and suprailiac fat calipers significantly predicted total and regional subcutaneous fat (p < 0.001) but not visceral fat (p = 0.777; p = 0.745, respectively). Suprailiac calipers showed marginal association with arm fat (p = 0.050). These findings support skinfold measurements as reliable tools for subcutaneous fat estimation. Conclusion: Tricep and suprailiac fat calipers reliably predict subcutaneous fat but not visceral fat. These findings highlight their utility in resource-limited settings for monitoring fat distribution, while emphasizing the need for advanced imaging to assess visceral fat accurately.
Perbandingan metode penyuluhan kesehatan pada pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan siswa SMAN 05 Bengkulu Titania, Soffie Yayazucah; Drew, Clement
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34127

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku yang harus diterapkan setiap individu. Cuci tangan yang baik merupakan salah satu penerapan PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang tepat dan konsisten akan membantu masyarakat untuk terhindar dari berbagai penyakit menular dan tidak menular seperti diare hingga hipertensi. Metode edukasi memiliki peran penting untuk memastikan baiknya pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai PHBS, salah satunya mencuci tangan. Pemberian edukasi dengan media flyer dengan video dihipotesiskan akan lebih menarik untuk diperhatikan oleh murid-murid tingkat SMA. Studi ini merupakan studi eksperimental yang menilai pengaruh beda jenis media edukasi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai cuci tangan pada siswa SMAN 05 Bengkulu. Metode edukasi yang dibandingkan ialah flyer dibandingkan dengan demonstrasi dan flyer. Responden studi dipilih berdasarkan randomisasi kelas sebanyak 130 responden. Rata-rata pengetahuan, sikap dan perilaku sebelum edukasi didapatkan berurutan ialah 54,92; 90,77; 81,03. Rata-rata pengetahuan, sikap dan perilaku setelah edukasi berurutan sebesar 65,60; 92,31; 93,46. Selisih pengetahuan, sikap dan perilaku secara berurutan sebesar 10,58; 1,54; 12,44. Hasil uji Mann-Whitney untuk pengetahuan dan perilaku diperoleh p-value <0.05 yang artinya signifikan secara statistik. Sedangkan untuk sikap diperoleh p-value >0.05 yang artinya tidak signifikan secara statistik. Pada mereka yang hanya mendapatkan flyer saja menunjukkan peningkatan terhadap pengetahuan dan perilakunya dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan demonstrasi dan flyer. Sedangkan pada sikap tidak ada perbedaan antara mereka yang hanya mendapatkan flyer saja dengan mereka yang mendapatkan demonstrasi dan flyer.
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEPATUHAN KONTROL KASUS HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKNAGA Leslie, Alexa Griffith Jaya; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48194

Abstract

Pada tahun 2000, sekitar 972 juta individu di seluruh dunia hidup dengan hipertensi dan diproyeksikan akan mengalami peningkatan pada tahun 2025 menjadi > 1,56 miliar. Indonesia juga mengalami peningkatan prevalensi kasus hipertensi pada tahun 2013 dan 2018 masing-masing sebesar 25,8% dan 34,1%. Alasan terbanyak penderita hipertensi tidak mengonsumsi obat secara rutin karena 59,8% pasien sudah merasa sehat dan 31,3% pasien tidak rutin berobat. Tujuan kegiatan diagnosis komunitas ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan kontrol kasus hipertensi di Puskesmas Teluknaga. Diagnosis komunitas ini dimulai dengan identifikasi masalah dengan Paradigma Blum. Teknik non-skoring Delphi digunakan untuk menentukan prioritas masalah dan fishbone diagram untuk menentukan akar penyebab masalah. Plan-do-check-action cycle digunakan sebagai monitoring selama intervensi dilakukan dan dievaluasi dengan pendekatan sistem. Penyebab masalah yang mendasari adalah lifestyle, maka dilakukan intervensi berupa penyuluhan dan pengukuran tekanan darah sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya kontrol penyakit hipertensi. Sebanyak 100% peserta mengalami peningkatan poin pre-test ke post-test dan 86.78% peserta memiliki nilai post-test ≥ 80. Dari pendekatan diagnosis komunitas yang telah dilakukan disimpulkan bahwa masyarakat di Puskesmas Teluknaga mengalami peningkatan pengetahuan terkait hipertensi dan pentingnya kontrol penyakit hipertensi sehingga diharapkan terjadi perubahan gaya hidup melalui meningkatnya kepatuhan kontrol dan stabilnya jumlah kunjungan kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae dan Perilaku Sadari Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021 Wulandari, Ajeng Anggi; Shalmont, Grace; Drew, Clement
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.177

Abstract

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor jinak yang umum pada wanita usia 20-29 tahun. Pengetahuan tentang FAM di Indonesia masih rendah, sementara metode deteksi dini seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) belum banyak diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang FAM, SADARI, dan perilaku SADARI pada mahasiswi FK Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis survei dengan metode pengambilan sampel non-random quota base sampling terhadap 115 mahasiswi FK Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi kuesioner pengetahuan FAM, kuesioner pengetahuan SADARI, dan kuesioner sikap terhadap perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang FAM, 60,9% memiliki pengetahuan cukup, dan 8,7% memiliki pengetahuan kurang. Sementara itu, 73,91% responden memiliki pengetahuan baik tentang SADARI, 18,3% memiliki pengetahuan cukup, dan 7,8% memiliki pengetahuan kurang. Meskipun mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang FAM dan SADARI, hanya 55,7% yang rutin melakukan SADARI. Dari mereka yang melakukan SADARI, 45,2% memiliki sikap baik terhadap pemeriksaan ini, 7% memiliki sikap cukup, dan 3,5% memiliki sikap kurang. Namun, terdapat 44,3% responden yang tidak melakukan SADARI sama sekali. Kesimpulan, menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan mengenai FAM dan SADARI cukup tinggi, hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan praktik SADARI. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang lebih mendalam serta dorongan praktis bagi mahasiswi untuk meningkatkan kebiasaan melakukan SADARI secara rutin. Saran yang diberikan adalah implementasi program edukasi berbasis kampus yang tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga menekankan pentingnya penerapan SADARI dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan deteksi dini FAM dan kanker payudara.