Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran produksi dengan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam mendukung pembinaan kemandirian di Lapas Pemuda Kelas III Langkat serta hambatan implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas serta narapidana. Hasil penelitian menunjukkan strategi AIDA diterapkan melalui promosi berbasis narasi sosial dan nilai kemanusiaan, pemberian insentif finansial, serta pemanfaatan media sosial dan e-commerce. Strategi ini terbukti meningkatkan motivasi kerja, keterampilan, serta mendukung rehabilitasi narapidana. Namun, terdapat hambatan berupa keterbatasan SDM dan alat kerja, pelatihan yang kurang terstruktur, kendala logistik akibat lokasi terpencil, serta minimnya konsistensi promosi. Analisis juga diperkuat dengan bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) yang menekankan pentingnya optimalisasi branding sosial. Oleh karena itu, strategi pemasaran berbasis nilai sosial perlu diperkuat agar program pembinaan lebih berkelanjutan dan mampu meningkatkan kemandirian narapidana.
Copyrights © 2025