Penelitian ini membahas relevansi ayat-ayat Al-Qur’an dengan feminisme eksistensial Simone de Beauvoir. Fokus penelitian ini adalah kesenjangan pemahaman dan perlakuan terhadap perempuan, meski Islam menjunjung tinggi martabat mereka. Dengan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini menelusuri hubungan antara pemikiran Beauvoir dan pandangan Al-Qur’an tentang peran perempuan. Hasil analisis menunjukkan adanya kesamaan pandangan bahwa gender bukan determinasi biologis, melainkan konstruksi sosial. Beauvoir menekankan kebebasan dan tanggung jawab individu untuk menentukan eksistensinya, sedangkan Al-Qur’an menegaskan kesetaraan spiritual manusia (QS An-Nisa:1, QS At-Taubah:71) dan menolak inferioritas perempuan. Nilai seseorang diukur dari amal dan pilihan hidupnya (QS Al-Hujurat:13). Baik Beauvoir maupun Al-Qur’an sama-sama menekankan kebebasan kehendak, tanggung jawab moral, dan peran aktif perempuan dalam kehidupan sosial (QS An-Nisa:32, QS At-Taubah:71).
Copyrights © 2025