Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam makna, di balik perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) dan konsumerisme pada event Ramayana Fair 2025. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis,. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian mengungkap lima tema utama: (1) The Social Pressure Cooker (Tekanan Sosial yang Memanas), bagaimana media sosial menciptakan kecemasan untuk terus terhubung; (2) The Scarcity Illusion (Ilusi Kelangkaan), strategi pemasaran yang sengaja memicu naluri kepemilikan; (3) Curating the Digital Self (Mengkurasi Diri Digital), konsumsi menjadi bahan baku untuk membangun identitas daring; (4) The Experience as Social Currency (Pengalaman sebagai Mata Uang Sosial),mmemposisikan keikutsertaan dalam event sebagai modal sosial; dan (5) The Post-Event Rationalization (Rasionalisasi Pasca-Event), mekanisme pembenaran atas perilaku konsumtif yang telah dilakukan. Simpulan penelitian menyatakan bahwa FOMO dalam konteks ini bukan sekadar kecemasan, melainkan sebuah kekuatan sosial yang aktif mendorong konsumerisme sebagai bentuk partisipasi sosial dan konstruksi identitas di era digital.
Copyrights © 2025