Bencana tanah longsor merupakan bencana alam dengan dampak yang signifikan bagi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah dengan kondisi topografi curam seperti Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan memetakan zona rawan longsor dengan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), yang mampu menangani ketidakpastian secara objektif. Empat kriteria utama dianalisis dengan masing-masing bobot akhirnya yaitu kemiringan lereng (27,86%), curah hujan (27,86%), jenis tanah (22,59%), dan tutupan lahan (21,70%). Setiap kriteria diberi bobot menggunakan pendekatan FAHP menghasilkan bobot relatif: kemiringan lereng 27,86%, curah hujan 27,86%, jenis tanah 22,59% dan tutupan lahan 21,70%. Peta tematik dari tiap kriteria diintegrasikan dengan teknik weighted overlay menggunakan ArcGIS untuk menghasilkan peta zonasi kerawanan longsor. Hasilnya pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah termasuk zona kerawanan sedang, sementara zona tinggi terkonsentrasi di area lereng curam dan curah hujan tinggi.
Copyrights © 2025