Kesejahteraan petani tanaman pangan merupakan salah satu isu sentral bagi pembangunan di negara agraris seperti Indonesia. Namun, ternyata berbagai kebijakan pemerintah yang telah diterapkan belum mampu memberikan standar hidup yang layak bagi petani. Hal ini dibuktikan oleh indeks Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebagai indikator pengukur kesejahteraan petani tanaman pangan umumnya masih menunjukkan angka di bawah 100 dan memiliki tren menurun. Hal ini memperlihatkan betapa lemahnya daya beli petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan dan variabel-variabel yang mempengaruhinya selama periode 2013–2016 di 32 provinsi di Indonesia. Hasil analisis regresi data panel dengan model fixed effect menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB tanaman pangan, harga jagung, pertumbuhan kredit pertanian, dan realisasi pupuk organik pengaruh signifikan positif terhadap indeks NTPP. Sementara itu, pengeluaran konsumsi, traktor, realisasi pupuk urea, dan realisasi pupuk NPK tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap indeks NTPP.
Copyrights © 2022