Tugas akhir ini berangkat dari refleksi personal mengenai kondisi akrasia, yaitukeadaan ketika seseorang sebenarnya memahami apa yang seharusnya dilakukan, namuntetap gagal melaksanakannya karena hambatan internal dan pergolakan batin. Tujuandari penciptaan karya ini adalah merepresentasikan konflik batin tersebut melaluimedium seni patung kontemporer dengan pendekatan modern. Proses penciptaandilakukan melalui eksplorasi bentuk dan ekspresi menggunakan teknik pembentukan clay,konstruksi struktur, serta perakitan sendi seperti pada figur tiga dimensi. Karya inidivisualisasikan sebagai figur patung dengan pose tangan terulur, menjangkau keluar darikandang metaforis yang melambangkan batasan psikologis dalam diri, sebagai simbolkeinginan untuk melepaskan diri dari jerat batin. Simpulan dari karya ini menegaskanbahwa perjuangan melawan akrasia merupakan konflik internal yang kompleks dan layakdivisualisasikan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental danmendorong pemahaman yang lebih dalam terkait ketahanan emosi.Kata kunci : akrasia, seni patung, ekspresionisme, konflik batin, representasi visual, senikontemporer, OOAK.
Copyrights © 2025