Karya ini merupakan representasi visual dari fenomena Post-Adolescent Regret,yaitu penyesalan yang dialami individu setelah seorang individu katika ia telah melewatifase remaja atau baru saja memasuki fase dewasa, penyebab fenomena Post-AdolescentRegret disebabkan oleh seseorang yang mengalami stress akibat quarter life crisis, yaitukrisis identitas yang dialami oleh individu pada dewasa muda yang diakibatkan olehtekanan sosial, kehilangan, dan harapan yang tak tercapai. Fenomena ini dimaknai melaluipendekatan psikologis dan filosofis, serta divisualisasikan dalam medium Virtual Reality(VR) dengan gaya surealis. Karya menghadirkan figur utama sebagai representasi diripenulis yang digambarkan seperti patung, memeluk gelembung berisi bayi yangmerepresentasikan simbol masa lalu yang penuh kehangatan dan ketenangan. Elemensimbolik lainnya seperti bulan pucat, hutan liar, dan hewan-hewan seperti serigala, penyu,kepiting, kupu-kupu, serta kakaktua diletakkan mengelilingi figur utama untuk mewakiliemosi kompleks seperti keterpaksaan, penyesalan, harapan, serta keterjebakan waktu.Karya ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi pribadi penulis, namun juga menawarkanrefleksi diri atas krisis identitas yang dihadapi individu yang baru memasuki fase dewasa.Penggunaan teknologi VR memperkuat kesan imersif dan memungkinkan penontonmengalami lanskap psikologis sang seniman secara langsung.Kata kunci: Post-Adolescent Regret, Quarter Life Crisis, Virtual Painting, VR, Surealisme.
Copyrights © 2025