Articles
Lokakarya Fotografi: Penggunaan Media Sosial Untuk Kreativitas Siswa di Masa Pandemi
Zen, Adrian Permana;
Yuningsih, Cucu Retno
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 2 No 1 (2021): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37373/bemas.v2i1.115
Kondisi pandemi COVID-19 membuat perubahan dalam proses ngajar mengajar dalam sekolah dan merubah kebiasaan siswa dalam belajar. Sama halnya dengan seorang guru dimana proses mengajar secara konvensional dijadikan pengajaran secara online dengan memanfaatkan software. Pembelajaran siswa diberikan dengan materi yang diberikan oleh guru melalui konten video ataupun dengan video call. Konten video merupakan materi pembelajaran yang sudah diterapkan sejak semua orang hampir mempunyai akses terhadap informasi ataupun konten online dari youtube atau media pembelajaran lainnya. Akan tetapi, kegiatan untuk membuat karya seni rupa merupakan hal yang susah untuk diterapkan karena membutuhkan pembelajaran dengan metode “learning by doingâ€. Maka dari itu, tim abdimas mencoba untuk membuat konten pembelajaran dengan tujuan para siswa SMP Telkom dapat terus berkarya seni rupa dengan melakukan pelatihan lokakarya melalui konten fotografi. Dalam pelaksanaannya, siswa mampu menghasilkan karya fotografi yang mempunyai nilai estetika yang tinggi bila diberikan pelatihan yang tepat. Para siswa yang awalnya tidak mempunyai rasa percaya diri dalam berkarya dengan adanya keterbatasan sarana dan prasarana akibat pandemic, dengan kegiatan abdimas ini, para siswa berhasil mendapatkan kepercayaan diri dalam berkarya seni dan dibuktikan dengan melakukan pameran secara online.
Lokakarya Seni Rupa: Penggunaan Bahan Bekas Pakai Untuk Kreativitas Siswa di Masa Pandemi
Yuningsih, Cucu Retno;
Adrian Permana Zen
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 2 No 1 (2021): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37373/bemas.v2i1.118
Pembelajaran di masa pandemi dijadikan pengajaran secara online atau dalam jaringan dimana seorang guru diharuskan untuk memberikan materi melalui konten video ataupun dengan video call. Akan tetapi, kegiatan untuk membuat karya seni rupa merupakan hal yang susah untuk diterapkan karena membutuhkan alat dan bahan. Maka dari itu dengan tim abdimas ini, kami mencoba untuk membuat konten video dengan tujuan para siswa SMPN 4 Cimahi dapat terus berkarya seni rupa dengan melakukan pelatihan melalui seni rupa dengan penggunaan bahan bekas pakai. Dengan bahan yang didapatkan hanya dari bahan bekas pakai rumah saja, siswa mampu menghasilkan karya seni rupa yang mempunyai nilai estetika yang tinggi bila diberikan pelatihan yang tepat. Masyarakat sasaran yaitu para siswa siswi dari SMPN 4 Cimahi , tim Abdimas akan membuat sebuah lokakarya seni rupa. Lokakarya dibuat sesuai dengan jadwal dan materi SBDP yaitu tentang Ragam Hias. Pemahaman materi diberikan dengan metode ceramah dan metode demonstrasi berupa video atau tutorial pembuatan karya tema Ragam Hias dari bahan bekas pakai rumahan dengan diikuti oleh siswa kelas 7 yang terdiri dari 3 kelas. Pelatihan akan berupa online untuk bisa diterapkan kepada siswa siswi SMPN 4 Cimahi. Adapun maksud dan tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa pelatihan seni rupa adalah untuk penyebaran ilmu dan pengetahuan terkait salah satu pengetahuan di dunia seni rupa. Hasil kuesioner menunjukkan kepuasan siswa terhadap kegiatan pengabdian masyarakat ini pada peningkatan kualitas pembelajaran SBDP sangat baik dilihat dari penilaian yang diberikan oleh para peserta lokakarya ini
PEMBELAJARAN SENI RUPA DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Cucu Retno Yuningsih
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In the PAUD Standards the field of art development is not listed, but art acts as a vehicle for learning various fields of PAUD development. As stated in the Early Childhood Learning Program Development Guidelines Physical development ie fine motor like at the age of 4 - <5 years including: making vertical, horizontal lines, left / right curves, left / right sloping, and circles, tracing shapes, coordinating eyes and hands to make complex movements, manipulative movements to produce forms using various media and express themselves by creating art using various media. It can be concluded that every fine motor development needs media for learning fine arts. The learning model using art media aims to enable children to be able to create something based on their imagination, develop sensitivity and be able to appreciate creative work. The basic competence expected from the use of art media is to be able to express themselves by using various media / materials in creating art through exploration activities and developing fine motor skills. On this basis, it gives reasons for how art education should be considered by PAUD teachers as a method of learning. Teachers need to be careful in choosing art learning methods that are able to develop children's imagination, creation and exploration. In this regard, it is important for a PAUD teacher to prepare a child's art learning planning. This article aims to discuss the concept of children's art learning in PAUD. The main thoughts and issues that will be discussed in this article are art education, early childhood visual art concepts and visual art learning planning.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SENI RUPA ANAK USIA DINI BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Cucu Retno Yuningsih
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian pengembangan ini didasari oleh belum tersedianya bahan ajar seni rupa anak usia dini untuk mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini di STKIP 11 April Sumedang dan perkuliahan hanya ditawarkan dalam satu semester, sehingga pendalaman tentang seni rupa anak usia dini dirasa sangat kurang. Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar seni rupa anak usia dini bagi mahasiswa PGPAUD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R & D). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Karakteristik bahan ajar seni rupa anak usia dini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa pendidikan guru pendidikan anak usia dini, serta mengacu pada kurikulum pembelajaran seni di pendidikan anak usia dini, (2) Kelayakan bahan ajar seni rupa anak usia dini setelah melalui tahap uji coba produk dan validasi produk dilakukan perbaikan produk guna menyempurnakan dan memperbaiki kekurangan hingga kemudian produk tersebut layak untuk diimplementasikan dan digunakan pada mahasiswa pendidikan guru pendidikan anak usia dini. (3) Bentuk akhir produk dari penelitian dan pengembangan ini berupa bahan ajar seni rupa anak usia dini yang berisi materi jenis karya seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi dan tahapan-tahapan pengerjaan yang diilustrasikan melalui gambar cerita.
A Analisis Kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus Selama Masa Pandemi Covid-19 di Primagama Homeschooling
Cucu Retno Yuningsih
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 4 No 2 (2020): JESA : Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the factors, the major influence of the Covid-19 pandemic on art learning for elementary school students with special needs at Primagama Homeschooling. This research can help the author to know the role of parents in helping children learn at home. The role of parents is considered very important in this case, because as long as students carry out learning activities at home, parents must replace teachers in their learning. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and assisted by some literature as a means of gathering information. This research is considered a systematic activity, the aim is to carefully examine the answers that have been obtained. The instrument of this research is the researcher himself, and the triangulation method using effective observation criteria for interview guide data and documentation. Data analysis techniques include data analysis, presentation, and interpretation that describe the data qualitatively. The results of this study indicate that: 1) The level of creativity of students increases during work activities at home by utilizing used goods at home, 2) Parents have their own strategies in increasing the creativity of their children during art learning activities at home, 3 ) The delivery of fine arts subjects by the teacher at Primagama Homeschooling through online media is not monotonous and tries to use the TikTok application and canvas media as a means for students to express themselves.
Representasi Paradoks dan Harmoni Dalam Berkarya
Cucu Retno Yuningsih;
Fahmy Al Ghiffary;
Dyah Ayu Sintowoko
JURNAL RUPA Vol 6 No 2 (2021): Open Issue
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/rupa.v6i2.3336
Abstract. The current study focuses on representation about visual artwork regarding its value of paradoxes and harmony. We use material object which is strongly contradictive as usual to get a unique aesthetic value through compotition, harmony, and color in paiting. The present study also uses descriptive qualitative method to analyze the value of human internal organs as a big topic of painting. Result shows that representational mimesis is closely related to the paradoxical context that is arranged in harmony between one field and another with consideration of aesthetic values. Also, succesfull work in this study is strongly linked with ideas (human’s organ) and visual (painting) which creates a perception of beauty regarding human’s organ as an inspiration of artworks.
Eksplorasi Medium Gutha Tamarind Dalam Kanvas
Cucu Retno Yuningsih
VISUALIDEAS Vol. 1 No. 2 (2021): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (813.566 KB)
|
DOI: 10.33197/visualideas.vol1.iss2.2021.640
Asam jawa atau Tamarindus indica merupakan salah satu pohon dan buah yang sangat terkenal di Indonesia. Salah satu komponen dari asam jawa adalah biji yang hanya menjadi limbah setelah daging buah diolah menjadi produk lain. Biji asam jawa ini memiliki sifat koagulan alami (biokoagulan) yaitu semacam senyawa kimia penggumpal. Senyawa ini dapat bermanfaat dan digunakan dalam industri tekstil sebagai perekat atau penguat serat kain. Eksplorasi Gutta Tamarind sebagai sebuah teknik dalam seni lukis bertujuan untuk membuat inovasi teknis. Metode penelitian akan dilakukan dengan mengembangkan teknik dalam seni lukis melalui eksplorasi media getah asam jawa sebagai pembatas warna dan eksplorasi bahan penyusunnya menjadi lukisan sebagai media pengganti sapuan kuas.
Review Estetika Fotografi : Nilai Estetika Fotografi Still Life Pada Cover Majalah Casa, Indonesia
Adrian Permana Zen;
Isroni Muhammad Miraj;
Cucu Retno Yuningsih;
Avianto Nugroho;
Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
VISUALIDEAS Vol. 1 No. 2 (2021): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (953.627 KB)
|
DOI: 10.33197/visualideas.vol1.iss2.2021.703
Majalah merupakan media publikasi yang berisi artikel dari berbagai penulis. Majalah mempunyai peranan penting dalam mengubah pemikiran masyarakat yang mempunyai muatan ilmu berupa sumber inspirasi, cerita pendek, gambar, dan lainnya. Majalah yang akan dibahas penulis dalam tulisan ini adalah majalah CASA. Majalah CASA Indonesia adalah majalah yang memberikan ide desain interior, inspirasi dalam dekorasi rumah, arsitektur, dan gaya hidup modern dan minimalis. Majalah CASA merupakan salah satu majalah ternama di Indonesia yang membahas tren dari perkembangan desain dalam lingkungan desain interior dan arsitektur. Sebagai majalah yang memberikan inspirasi, maka tujuan penulisan ini adalah mengevaluasi estetika fotografi dalam penyusunan komposisi objek-objek still life dalam majalah yang bisa diterima sebagai sumber inspirasi dalam masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena peneliti akan menganalisa fenomena atau keadaan sosial dimana majalah CASA menjadi salah satu majalah sumber inspirasi yang ternama. Ruang lingkup pembahasan pada penelitian ini yaitu lebih tertuju kepada nilai-nilai estetika fotografi dengan membaca simbol dalam sebuah foto yang digunakan pada cover majalah CASA sebagai daya tarik dari majalah.
Rancangan Kurikulum Sanggar Seni Rupa Anak Usia Dini
Cucu Retno Yuningsih
VISUALIDEAS Vol. 2 No. 1 (2022): Visualideas
Publisher : Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1075.315 KB)
|
DOI: 10.33197/visualideas.vol2.iss1.2022.772
Indonesia memiliki tiga jalur pendidikan yang meliputi jalur pendidikan formal, informal dan nonformal. Ketiganya saling mengisi dan melengkapi walapun memiliki perbedaan. Salah satu jalur pendidikan nonformal adalah sanggar seni. Artikel ini menjelaskan hasil penelitian tentang perancangan kurikulum sanggar seni rupa anak usia dini berbasis kurikulum spiral dan lock step. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mendiskripsikan analisis rancangan kurikulum sanggar menggunakan kurikulum spiral dan lock step. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya perbedaan kurikulum TK dengan Sanggar atau kurikulum formal dan non formal dalam bidang seni rupa. Pembelajaran seni rupa divisualisasikan sebagai spiral ke atas dari konsep dasar hingga lanjutan, dengan topik yang ditinjau kembali pada tingkat kerumitan yang meningkat saat spiral berputar. Proses penguatan dalam pembelajaran adalah fitur kunci dari kurikulum spiral. Dengan demikian disimpulkan bahwa suatu lembaga harus memiliki kurikulum untuk memenuhi standarisasi, sehingga lembaga tersebut bisa memberikan pendidikan yang terstruktur dengan baik dan para pengajar memiliki pedoman pengajaran dan dituntut suatu lembaga untuk mencapai target dari materi-materi yang diberikan kepada murid-muridnya.
Art Exhibition in Digital Art Space as Social Interaction Arena for Artists Towards the Metaverse Era
Ranti Rachmawanti;
Cucu Retno Yuningsih
Jurnal Sosioteknologi Vol. 21 No. 2 (2022): JULY 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5614/sostek.itbj.2022.21.2.3
With the help of several websites and smartphone application platforms, the number of digital visual arts performances and exhibitions is expanding. This indicates that social relationships have migrated into the virtual realm, offering artists more communication flexibility with a larger audience. This research investigates the social interactionbetween artists and viewers during an art exhibition and performance in a digital art environment. As actual space transforms into virtual space, the creation of digital art space signals a shift in the way art actors and viewers interact with art exhibitions. Digital art spaces allow users to connect and communicate as they see fit in the virtual world. Art exhibitions in the digital art space may be defines as taking place in a 3D environment arena with sophisticated interaction between organizers, artists, and spectators using a variety of communication method.