Dysmenorrhea merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Penanganan non-farmakologis menjadi alternatif penting karena penggunaan obat jangka panjang berisiko efek samping. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang diyakini efektif meredakan nyeri menstruasi. Penelitian quasi-eksperimental one group pretest–posttest ini melibatkan 30 siswi SMKS 1 Taman Siswa Pematang Siantar, dengan pengukuran nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian air rebusan jahe merah. Hasil menunjukkan 50% responden tidak lagi merasakan nyeri setelah intervensi, dan uji Wilcoxon menegaskan perbedaan signifikan (Asymp. Sig. 2-tailed = 0,000; p < 0,05). Temuan ini membuktikan efektivitas jahe merah sebagai terapi herbal yang aman dan aplikatif untuk mengelola dismenore pada remaja putri
Copyrights © 2025