Permasalahan krusial yang dihadapi masyarakat Desa Mandung adalah melimpahnya potensi singkong lokal, namun keterbatasan inovasi pengolahan menyebabkan komoditas ini hanya diolah menjadi produk tradisional dengan nilai ekonomi yang rendah. Program pengabdian ini diinisiasi sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda, dalam mendiversifikasi singkong menjadi produk modern bernilai jual tinggi: Brownis Singkong (sebagai alternatif pangan rendah gluten) dan Keripik Kulit Singkong (sebagai upaya optimalisasi limbah pertanian). Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan praktis, demonstrasi, dan pendampingan produksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta sebesar 60% dan keterampilan teknis sebesar 75%. Pelatihan ini berhasil membuka perspektif baru terhadap potensi lokal dan diharapkan mampu menghilangkan stigma singkong sebagai pangan kelas rendah, sekaligus menumbuhkan wirausaha berbasis pangan lokal yang berkelanjutan, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi kreatif desa.
Copyrights © 2025