Pembangunan underpass pada perlintasan sebidang kereta api dengan jalan raya ditujukan untuk meningkatan keselamatan serta kelancaran lalu lintas. Studi kasus penelitian ini mengambil lokasi pada perlintasan sebidang JPL 26 Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor yang direncanakan akan ditingkatkan menjadi underpass. Salah satu aspek penting dalam pembangunan underpass adalah perencanaan sistem drainase yang baik, mengingat underpass rentan terhadap genangan air akibat limpasan hujan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem drainase yang meliputi perhitungan debit banjir rencana, dimensi saluran, kapasitas kolam retensi dan jumlah pompa air yang diperlukan dalam pengoperasian Underpass Bojonggede. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literartur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan harian maksimum sebesar 212,591 mm dan total debit bajir rencana sebesar 0,2652 m3/det. Dimensi saluran U-ditch pada sisi utara dan selatan 30x30x1200 cm, sedangakan saluran U-ditch box culvert 40x50x1200 cm. Perencanaan kolam retensi mampu menampung curah hujan konstan selama 25 menit dengan debit masuk sebesar 0,2652 m3/det, sehingga diperlukan kolam retensi berukuran 1800x680x330 cm dengan volume tampungan maksimum 403,92 m3. Kebutuhan pompa air direncanakan sebanyak 2 unit beroperasi dan 1 unit cadangan yang dapat digunakan secara bergantian.
Copyrights © 2025