Permasalahan lingkungan di masyarakat pedesaan sering muncul akibat pengelolaan sampah yang tidak memadai. Desa Bandar Malela, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, menghadapi penurunan kualitas lingkungan karena kebiasaan warga membakar atau membuang sampah sembarangan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pendirian Bank Sampah dan kegiatan penghijauan desa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dari membakar sampah di pekarangan menjadi membuangnya ke fasilitas pengelolaan sampah terpadu. Selain itu, penanaman enam pohon kelapa di lapangan utama desa mendapat dukungan luas karena memberikan manfaat ekologis dan ekonomi. Program ini menghasilkan solusi nyata atas masalah sampah, menumbuhkan kesadaran lingkungan, serta memperkuat partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Dampak jangka panjangnya adalah terciptanya pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2025