Kelemahan fisik pada pasien stroke iskemik dapat menyebabkan penurunan pada rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penanganannya dapat dilakukan dengan latihan ROM Pasif. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh latihan ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pada pasien stroke iskemik. Peneliti menggunakan metode quasi experimental. Responden pada penelitian dibagi 2 kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 17 orang. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, disesuaikan dengan kriteria inklusi. Variabel independent pada penelitian ini yaitu Latihan ROM Pasif dan dependent yaitu rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penelitian ini menggunakan uji Paired T-test untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap kekuatan otot bisep. Hasil penelitian menunjukkan mean pre-test rentang gerak sendi siku 31,76 dan nilai 4 kekuatan otot bisep sebanyak 1 orang (5,9%) dan mean post-test rentang gerak sendi siku 45,88 dan nilai 4 kekuatan otot bisep meningkat sebanyak 5 orang (29,4%). Serta menunjukkan ada pengaruh rentang gerak sendi siku sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,001 dan ada pengaruh kekuatan otot bisep sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,011. Latihan ROM Pasif jika dilakukan secara tepat dan konsisten dapat memulihkan kelemahan rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pasien stroke iskemik.
Copyrights © 2025