Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Obesitas Di Rumah Sehat Herbalife Hidayah, Nurul; Bari, Samsul; Bachtiar, Arief
MEDICA MAJAPAHIT Vol 7, No 1 (2015): MEDICA MAJAPAHIT
Publisher : SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas remaja telah menjadi masalah kesehatan yang besar. Obesitas dapat mengakibatkan peningkatan resiko untuk hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, pelemakan hati, komplikasi pada paru-paru, masalah muskulosketal, dislipidemia, dan potensi masalah psikologis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi konsep diri remaja yang mengalami obesitas. Sampel penelitian ini 35 orang dalam rentang 4 bulan terakhir. Alat ukur yang digunakana dalah kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) citra diri remaja yang mengalami obesitas yaitu lebih dari setengahnya (68,6%) memiliki citra diri negatif. 2) ideal diri remaja yang mengalami obesitas yaitu hampir seluruhnya (85,8%) memiliki ideal diri positif. 3) harga diri remaja yang mengalami obesitas yaitu hampir seluruhnya (80%) memiliki harga diri negatif. 4) peran diri remaja yang mengalami obesitas yaitu lebih dari setengahnya (54,2%) memiliki peran negatif. 5) identitas diri remaja yang mengalami obesitas yaitu hampir seluruhnya (80%) memiliki identitas negatif. Sedangkan untuk konsep diri remaja yang mengalami obesitas di rumah sehat herbalife yaitu hampir seluruhnya (74,3%) memiliki konsep diri negatif. Remaja yang mengalami obesitas diharapkan memupuk kemampuan dirinya dengan penyaluran bakat yang dimilliki dengan cara mengikuti kegiatan yang ada di lingkungannya.Kata kunci : konsep diri, remaja, obesitas
HUBUNGAN ANDROPAUSE DENGAN STRES PRIA BERISTRI Bachtiar, Arief; Hidayah, Nurul
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 2 (2015): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.165 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i2.2861

Abstract

Pada pria usia lanjut, andropause terjadi karena penurunan kadar testosteron. Perubahan yang terjadi pada andropause tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikis Ketidakbahagiaan dalam perkawinan merupakan stresor yang berat bila tidak dikomunikasikan dengan pasangan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara andropause dengan stres pada pria beristri. Jenis penelitian analitik cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 responden, sebagian besar responden adalah mengalami androupose, yaitu 35 orang (48,3%). Dan sebagian besar responden juga mengalami stres, yaitu 34 orang (56,7%). Hasil tabulasi silang, selanjutnya dilakukan perhitungan uji Chi Square dengan bantuan SPSS for windows. Hasil uji Chi Square dengan derajat kemaknaan 0,05 didapatkan nilai signifikansi 0,006, sehingga nilai 0,006 < 0,05 yang berarti H0 ditolak yang berarti terdapat Hubungan Andropause Dengan Stres Pria Beristri Ada hubungan positif, kuat dan sangat signifikan secara statistik antara andropause dengan stres pada pria beristri, dimana semakin tinggi skor ADAM Questionnaire, maka semakin tinggi pula skor GHQ Questionnaire atau dapat diartikan semakin banyak keluhan andropause yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat stresnya. Untuk itu posyandu lansia perlu digalakkan kembali supaya para pria bisa mendapatkan informasi tentang androupose lebih dalam lagi.
HUBUNGAN ANDROPAUSE DENGAN STRES PRIA BERISTRI Arief Bachtiar; Nurul Hidayah
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2015): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.165 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i2.2861

Abstract

Pada pria usia lanjut, andropause terjadi karena penurunan kadar testosteron. Perubahan yang terjadi pada andropause tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikis Ketidakbahagiaan dalam perkawinan merupakan stresor yang berat bila tidak dikomunikasikan dengan pasangan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara andropause dengan stres pada pria beristri. Jenis penelitian analitik cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 responden, sebagian besar responden adalah mengalami androupose, yaitu 35 orang (48,3%). Dan sebagian besar responden juga mengalami stres, yaitu 34 orang (56,7%). Hasil tabulasi silang, selanjutnya dilakukan perhitungan uji Chi Square dengan bantuan SPSS for windows. Hasil uji Chi Square dengan derajat kemaknaan 0,05 didapatkan nilai signifikansi 0,006, sehingga nilai 0,006 < 0,05 yang berarti H0 ditolak yang berarti terdapat Hubungan Andropause Dengan Stres Pria Beristri Ada hubungan positif, kuat dan sangat signifikan secara statistik antara andropause dengan stres pada pria beristri, dimana semakin tinggi skor ADAM Questionnaire, maka semakin tinggi pula skor GHQ Questionnaire atau dapat diartikan semakin banyak keluhan andropause yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat stresnya. Untuk itu posyandu lansia perlu digalakkan kembali supaya para pria bisa mendapatkan informasi tentang androupose lebih dalam lagi.
Relationship between Body Mass Index and Early Mobilization with Serum Production Post Laparotomy Surgery Merinda, Diajeng; Bahari, Kissa; Bachtiar, Arief; Pertami, Sumirah Budi
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.3.2024.229-234

Abstract

Increased serum production is a complication that often occurs in the period off post laparotomy surgery, with the prolongation of serum production can indicate that there is still a cavity under the post-operative wound filled with serum fluid. Increased serum production causes the drain to take longer to be removed and the hospitalization period is longer, resulting in higher hospital bills. This study aims to analyze the relationship of Body Mass Index (BMI) with serum production post laparotomy surgery and to analyze the relationship early mobilization with serum production post laparotomy surgery. This research design is correlation with cross sectional approach technique and sampling technique using accidental sampling with 18 respondents. The instrument used in this study was an observation sheet. All data obtained tabulated and univariate analysis and bivariate analysis using Pearson correlation performed. The results of the normality test (Shapiro-Wilk) stated that the data normally distributed so that the Pearson correlation test could be carried out using software Statistical Product and Service Solutions (SPSS 20). Correlation test results on BMI variables (ρ = 0.001; r = 0.812), and early mobilization variables (ρ = 0.009; r = - 0.594). Therefore, recommended for implementing nurses, to improve nursing care for patients post laparotomy surgery in the process of emptying serum production. Where in patients who have a high BMI to observe serum production more closely and perform early mobilization training care or provide direction to more often perform early mobilization so that serum production runs out quickly.
PELATIHAN CARING BERBASIS TEORI WATSON BAGI PERAWAT PREOPERATIF SE-MALANG RAYA Bachtiar, Arief; Utomo, Agus Setyo; Hidayah, Nurul
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1968

Abstract

Perawat di Indonesia beberapa kali menjadi sorotan utama baik oleh media massa maupun elektronik. Penyebabnya adalah karena perilaku caring perawat yang kurang sehingga berdampak pada kecemasan dan keselamatan pasien, kepuasan pasien serta kualitas layanan keperawatan kepada pasien. Program kemitraan masyarakat ini dilakukan dengan tujuan agar perawat khususnya yang bekerja di ruang bedah memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku caring perawat dan mampu menerapkan perilaku caring sehingga tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan operasi bisa diturunkan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabmas dilaksanakan di kampus  utama Poltekkes Kemenkes Malang dan dan di 9 rumah sakit di Malang Raya dimana mereka memberikan asuhan keperawatan pasien yang akan menjalani tindakan operasi. Pelaksanaan pengabdian di bagi dalam tiga tahap, pendidikan di kelas, praktik perilaku caring di tempat kerja masing-masing dan feedback aplikasi perilaku caring di kelas kembali. Hasil pengabdian masyarakat dalam aspek pengetahuan caring meningkat dari rata-rata skor 67,11 menjadi 84,59. Sementara, dalam aspek perilaku caring terjadi peningkatan rata-rata skor perilaku caring yang relative kecil yaitu dari 5,378 menjadi 5,382. Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan caring mampu meningkatkan pengetahuan perawat preoperatif secara signifikan (p value = 0,001), namun belum tampak terjadi peningkatan perilaku caring perawat (p value = 0,973). Diharapkan dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan perawat tentang caring, dan minimal bisa mempertahankan perilaku caring pasien
UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU OLEH PASIEN TB KEPADA KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO KOTA MALANG Arif Dwi Sulistiyanto; Tri Nataliswati; Arief Bachtiar
HOSPITAL MAJAPAHIT : JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO Vol 17 No 1 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i1.1114

Abstract

Combating Tuberculosis case has become the world's attention and Indonesia become the fifth country with the highest TB burden in the world. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis that can be transmitted when active lung TB patient coughs, sneezes, or speaks. So inadequate effort to prevent TB infection can increase the risk of transmitted this bacterium to families and increase the incidence of TB. This study aimed to determine the effort to prevent TB transmission of patients with active pulmonary TB to family in working area of Puskesmas Mulyorejo, Malang City. This study design was descriptive and 45 respondents (34.60 + 7.55 years old) were included in this study using total sampling. This study used closed questionnaire as instrument. The result of this studies showedthat effort to prevent transmission of TB of patients with active pulmonary TB to families was 55.5% categories enough. The effort of patients with active pulmonary TB that oftendo is open the window in the morning for better ventilation. This study concludes that patients with active pulmonary TB have sufficient effort to prevent transmission of TB to families.We suggest the effort to prevent transmission of TB can be increased and the effort of health center like PuskesmasMulyorejo should be maintained so that combating of TB can be accomplished.
WORK FATIGUE OF OPERATING ROOM NURSES AND ITS CORRELATION WITH SLEEP QUALITY Anjaswarni, Tri -; Nissa, Luthfi Choirun; Sepdianto, Tri Cahyo; Bachtiar, Arief
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2025): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i1.1994

Abstract

Work fatigue in operating room nurses is a critical issue that affects nurse performance and patient safety. Nurses who are exhausted show symptoms such as reduced activity levels, decreased motivation, sleep disturbances and difficulty concentrating. This condition has an impact on the quality of work of operating room nurses and is dangerous for patients. The purpose of this study to analyze the relationship between work fatigue and sleep quality among operating room nurses. This quantitative study utilized a correlational design, involving 20 respondents selected through a total sampling technique, comprising all operating room nurses at Karsa Husada Hospital Batu. Data analysis was conducted using a Spearman Rank Correlational test. The study found moderate levels of work fatigue and poor sleep quality among the participants. There is a significant relationship between work fatigue and sleep quality, with a p-value of 0.001 and r = 0.682, indicating a strong and positive correlation. This means that increased work fatigue resulting in poor sleep quality. Excessive activity in operating room nurses leads to work fatigue, resulting in poor sleep quality. It is recommended that operating room management adjust shift schedules according to worker capacity and provide adequate rest periods to reduce fatigue and improve sleep quality
Hubungan Merokok Rokok Filter Dengan Tekanan Darah Pada Orang Dewasa Pradana, Thearyan Adi; Diah, Maria; Arif, Taufan; Bachtiar, Arief
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan September 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i2.1528

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kebiasaan merokok, khususnya rokok filter, diduga menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok rokok filter dengan tekanan darah pada orang dewasa di Karang Taruna RT 03 RW 06 Kecamatan Sukun, Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 31 orang, diambil dari seluruh populasi anggota Karang Taruna yang merupakan perokok aktif rokok filter menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah kebiasaan merokok (diukur dengan Indeks Brinkman), sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah (diukur menggunakan tensimeter digital). Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perokok sedang (64,52%) dan 80,65% mengalami hipertensi. Uji statistik menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,888 dengan p-value 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kebiasaan merokok rokok filter dengan peningkatan tekanan darah. Disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas merokok, semakin tinggi tekanan darah. Oleh karena itu, intervensi promotif dan preventif diperlukan untuk mengatasi masalah ini pada kelompok usia produktif.
Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Obesitas Di Rumah Sehat Herbalife Nurul Hidayah; Samsul Bari; Arief Bachtiar
MEDICA MAJAPAHIT Vol 7 No 1 (2015): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas remaja telah menjadi masalah kesehatan yang besar. Obesitas dapat mengakibatkan peningkatan resiko untuk hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, pelemakan hati, komplikasi pada paru-paru, masalah muskulosketal, dislipidemia, dan potensi masalah psikologis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi konsep diri remaja yang mengalami obesitas. Sampel penelitian ini 35 orang dalam rentang 4 bulan terakhir. Alat ukur yang digunakana dalah kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) citra diri remaja yang mengalami obesitas yaitu lebih dari setengahnya (68,6%) memiliki citra diri negatif. 2) ideal diri remaja yang mengalami obesitas yaitu hampir seluruhnya (85,8%) memiliki ideal diri positif. 3) harga diri remaja yang mengalami obesitas yaitu hampir seluruhnya (80%) memiliki harga diri negatif. 4) peran diri remaja yang mengalami obesitas yaitu lebih dari setengahnya (54,2%) memiliki peran negatif. 5) identitas diri remaja yang mengalami obesitas yaitu hampir seluruhnya (80%) memiliki identitas negatif. Sedangkan untuk konsep diri remaja yang mengalami obesitas di rumah sehat herbalife yaitu hampir seluruhnya (74,3%) memiliki konsep diri negatif. Remaja yang mengalami obesitas diharapkan memupuk kemampuan dirinya dengan penyaluran bakat yang dimilliki dengan cara mengikuti kegiatan yang ada di lingkungannya.
UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU OLEH PASIEN TB KEPADA KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO KOTA MALANG Arif Dwi Sulistiyanto; Tri Nataliswati; Arief Bachtiar
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO) Vol. 17 No. 1 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i1.1114

Abstract

Combating Tuberculosis case has become the world's attention and Indonesia become the fifth country with the highest TB burden in the world. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis that can be transmitted when active lung TB patient coughs, sneezes, or speaks. So inadequate effort to prevent TB infection can increase the risk of transmitted this bacterium to families and increase the incidence of TB. This study aimed to determine the effort to prevent TB transmission of patients with active pulmonary TB to family in working area of Puskesmas Mulyorejo, Malang City. This study design was descriptive and 45 respondents (34.60 + 7.55 years old) were included in this study using total sampling. This study used closed questionnaire as instrument. The result of this studies showedthat effort to prevent transmission of TB of patients with active pulmonary TB to families was 55.5% categories enough. The effort of patients with active pulmonary TB that oftendo is open the window in the morning for better ventilation. This study concludes that patients with active pulmonary TB have sufficient effort to prevent transmission of TB to families.We suggest the effort to prevent transmission of TB can be increased and the effort of health center like PuskesmasMulyorejo should be maintained so that combating of TB can be accomplished.