Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar terhadap industri seni pertunjukan, khususnya di Kota Makassar, dimana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan berhentinya aktivitas seni secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh seniman pertunjukan setelah berakhirnya masa PSBB. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada sejumlah seniman di Makassar. Hasil menunjukkan bahwa seniman mengadopsi berbagai cara adaptasi, seperti mengalihkan pertunjukan ke platform digital dan media sosial, melakukan kolaborasi lintas bidang seni dan komunitas, serta meningkatkan keterampilan teknis dan pemasaran digital. Selain itu, dukungan jaringan sosial dan komunitas seni menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan karya seni. Strategi diversifikasi ini membantu seniman untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik dan audience yang berkurang secara langsung akibat dampak pandemi. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas, inovasi teknologi, dan solidaritas komunitas merupakan kunci penting dalam menjaga kelangsungan seni pertunjukan di era pasca pandemi. Temuan ini memberikan kontribusi tidak hanya untuk pengembangan seni pertunjukan di Makassar, tetapi juga sebagai referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku seni dalam menghadapi situasi krisis serupa di masa depan
Copyrights © 2025