Kesehatan mental sudah menjadi isu yang sering sekali diperbincangkan, terutama di kalangan generasi Z yang rentan terhadap tekanan sosial dan ekonomi. Meski kesadaran mulai tumbuh, stigma masih membuat banyak orang enggan untuk mencari bantuan professional. Oleh karena itu, kampanye kesehatan mental menjadi sangat penting untuk mengedukasi masyarakat untuk peduli terhadap kondisi psikologisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif, karena berfokus pada bagaimana PR Insan-Q membangun komunikasi interaktif dalam kampanye kesehatan mental. PR Insan-Q memainkan peran sentral dalam merancang dan menjalankan kampanye yang tidak hanya edukatif dan empati, tetapi juga sensitivitas kondisi audiens. Peran PR tidak hanya menyampaikan pesan, namun juga melakukan riset, analisa tren, serta memahami psikologi dasar. Kolaborasi dengan psikolog dan divisi lain turut memperkuat strategi kampanye yang dijalankan. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menyesuaikan program dengan dinamika audiens. Etika komunikasi juga menjadi perhatian utama, termasuk dalam menjaga privasi klien dan menghindari penyampaian yang memperkuat stigma. PR Insan-Q juga memberikan pelatihan untuk memperdalam pemahaman tim terhadap psikologi dan komunikasi strategis untuk keberhasilan kampanye. Kata kunci: Generasi Z, Kampanye Komunikasi, Kesehatan Mental, Public Relations.
Copyrights © 2025