Fenomena radikalisme dan intoleransi di kalangan mahasiswa menunjukkan urgensi penguatan moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep wasathiyah sebagai fondasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI melalui studi literatur. Metode penelitian menggunakan library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan teknik content analysis terhadap berbagai literatur dari tahun 2019 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wasathiyah dalam perspektif Islam mengandung nilai keseimbangan, keadilan, dan jalan tengah yang relevan dengan konteks keberagaman Indonesia. Nilai-nilai wasathiyah yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran PAI meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghargaan budaya lokal. Strategi implementasi mencakup penguatan paradigma moderasi, pengembangan kurikulum inklusif, dan inovasi pembelajaran berbasis pendekatan interdisipliner. Model pembelajaran efektif menggunakan student-centered learning, metode aktif, dan kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan pengalaman praktis. Tantangan implementasi berupa kesiapan dosen, pengaruh teknologi, dan normalisasi intoleransi dapat diatasi melalui peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan konten digital berkualitas, dan kolaborasi multipihak. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan konsep wasathiyah sebagai landasan filosofis pembelajaran PAI dan kontribusi praktis sebagai rujukan pengembangan kurikulum berbasis moderasi beragama.
Copyrights © 2025