Industri semen termasuk salah satu industri intensif energi dengan biaya energi yang mencapai 35% - 50% dari total biaya produksi. Sumber energi utama pada pabrik semen adalah batu bara dan listrik. Kinerja penggunaan energi dapat dilihat dari konsumsi energi spesifik (KES) dari pabrik yang bersangkutan. Pada makalah ini dibahas kemungkinan penurunan KES di sebuah unit produksi semen dengan kapasitas 7800 ton per hari. Pabrik ini beroperasi dengan menggunakan proses kering dengan sebuah kalsiner dan siklon preheater 4 tingkat. Kajian dititikberatkan pada tiga lini proses, yaitu proses raw mill, proses kiln & coal mill, dan proses finish mill. Hasil audit energi menunjukkan bahwa kinerja pada lini proses raw mill masih mendekati harga desain. Sedangkan untuk lini proses kiln & coal mill dan lini proses finish mill, kinerjanya berada di bawah harga desain. Metoda Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menganalisis penyebab tingginya nilai KES dari setiap rangkaian proses. Berdasarkan hasil dari FMEA, rekomendasi diberikan untuk menurunkan KES dan potensi penurunan KES diperkirakan mencapai 14,93 kWh/ton semen.
Copyrights © 2025