Introduction: Pasien dengan gangguan pernapasan yang dirawat di ruang intensif sering membutuhkan ventilator mekanik. Pemantauan gas darah arteri (AGD) seperti PaO2, PaCO2, dan pH penting untuk menilai efektivitas ventilasi. Chest physiotherapy (CPT) digunakan sebagai terapi adjuvan untuk meningkatkan ventilasi dan oksigenasi, namun bukti ilmiah mengenai pengaruhnya terhadap komposisi gas darah masih bervariasi.Objective: Meninjau secara naratif efek fisioterapi dada terhadap komposisi gas darah (PaO2, PaCO2, SaO2) berdasarkan bukti ilmiah dari 20 tahun terakhir.Metode: Tinjauan naratif ini mengkaji tujuh artikel penelitian intervensional, termasuk RCT, crossover, dan review sistematis, yang mengevaluasi parameter gas darah pada pasien dewasa, anak, dan neonatus setelah intervensi CPT. Analisis menggunakan pendekatan PICO.Discussion: Teknik seperti manual hyperinflation, oscillating PEP, dan vibrasi mekanik menunjukkan peningkatan PaO2 dan penurunan PaCO2, khususnya pada pasien dewasa ventilator dan anak dengan fibrosis kistik. Namun, pada anak yang mendapat ventilator dan pasien tanpa produksi sputum, CPT tidak menunjukkan perbedaan signifikan atau bahkan menurunkan oksigenasi. Efektivitas sangat tergantung pada teknik dan kondisi pasien.Conclusion: Chest physiotherapy dapat memberikan manfaat terhadap ventilasi dan oksigenasi secara akut, namun memerlukan seleksi pasien dan teknik yang tepat agar aman dan efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang kuat dan populasi homogen.
Copyrights © 2025