Era e-commerce telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi remaja, termasuk siswa sekolah menengah, yang semakin rentan terhadap perilaku konsumtif dan gaya hidup hedonis. Kemudahan akses belanja online, promosi digital yang agresif, dan paparan media sosial menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya perilaku impulsif dalam konsumsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa di tengah dominasi budaya digital. Melalui sintesis literatur dan analisis konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti moderasi (i‘tidāl), qana‘ah, dan larangan isrāf serta tabdzir memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kontrol diri, kesadaran etis, dan pola konsumsi yang sehat. PAI juga memiliki fungsi preventif dan kuratif melalui internalisasi nilai, penguatan literasi finansial syariah, serta pembentukan karakter spiritual yang mampu menahan pengaruh hedonisme digital. Selain itu, integrasi pendekatan ekonomi syariah dalam materi PAI terbukti efektif dalam mendorong pola belanja rasional dan sesuai kebutuhan. Temuan ini menegaskan bahwa PAI dapat menjadi benteng moral yang relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan konsumtivisme modern. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui penggabungan perspektif pendidikan agama, psikologi digital, dan ekonomi syariah untuk memperkuat strategi pendidikan dalam menekan perilaku konsumtif siswa pada era e-commerce.
Copyrights © 2025