Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Influence of Parental Involvement on Academic Achievement: A Comparative Study Across Different Educational Systems Riky Supratama
International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning Vol. 2 No. 3 September 2024: International Journal of Post-Axial
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/postaxial.v2i3.385

Abstract

This study employs a qualitative comparative case study design to explore the influence of parental involvement on students' academic achievement across different educational systems. By examining how parental involvement is perceived and practiced in various contexts, the research aims to understand the impact of these variations on students' academic outcomes. Participants, including parents, teachers, and students, were selected through purposive sampling to represent diverse educational systems. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, observations, and document analysis. Thematic analysis revealed key themes related to the nature of parental involvement, perceptions of parental roles, and the impact on academic achievement. Comparative analysis across different educational systems highlighted both similarities and differences in parental involvement practices, influenced by cultural attitudes and institutional policies. The findings suggest that robust parental involvement, supported by effective policies and resources, positively impacts students' academic performance. The study's implications extend to educational policy, emphasizing the need for culturally responsive and inclusive approaches to enhance parental engagement in diverse educational contexts.
PENERAPAN KONSEP ISLAM DALAM EDUKASI LINGKUNGAN BAGI SISWA MA PONDOK PESANTREN AL MANSHUR AL ISLAMY KEDIRI Didik Tamamul Iman; Ida Bagus Afif; M. Fadil Nur Isnain; Riky Supratama
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup yang semakin kompleks menuntut pendekatan lintas disiplin, termasuk dari aspek pendidikan dan keagamaan. Islam sebagai agama yang menyeluruh telah mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan nilai-nilai Islam dalam proses edukasi lingkungan di MA Pondok Pesantren Al Manshur Al Islamy Kediri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam dilakukan secara terpadu dalam kegiatan pembelajaran, praktik kehidupan sehari-hari, serta program ekstrakurikuler berbasis lingkungan. Pendidikan lingkungan berbasis ajaran Islam tidak hanya menyasar dimensi kognitif dan afektif, tetapi juga memperkuat kesadaran spiritual bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Nilai-nilai seperti amanah, tanggung jawab, dan kebersihan dijadikan landasan dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, pondok pesantren berperan strategis dalam menanamkan sikap ekologis kepada generasi muda Muslim.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGANI KRISIS IDENTITAS DAN KESEHATAN MENTAL DI KALANGAN SISWA Muhammad Riziq Firdaus; Muhammad Izzul Haq; Fauzan Ananta Fahmi; Riky Supratama
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam pembentukan identitas diri dan stabilitas mental individu. Di tengah arus globalisasi, derasnya budaya populer, serta eksposur media sosial yang intens, banyak remaja Muslim mengalami kebingungan nilai, penurunan rasa percaya diri, serta tekanan psikologis yang berdampak pada meningkatnya kasus kecemasan, depresi, dan perilaku menyimpang. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis identitas dan gangguan kesehatan mental yang kian mengkhawatirkan di kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan agama Islam dalam merespons fenomena tersebut dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil studi menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk identitas religius yang kuat, menanamkan nilai-nilai tauhid, serta membimbing siswa untuk memiliki ketahanan spiritual dan mental yang kokoh. Pendidikan Islam tidak hanya memberikan pemahaman teologis, tetapi juga membentuk karakter tangguh dalam menghadapi tekanan sosial, akademik, dan budaya. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan sebagai upaya preventif dan kuratif terhadap krisis identitas dan masalah kesehatan mental di kalangan siswa
PROFESIONALISME GURU PAI DALAM MENGATASI TANTANGAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN:: Studi Kasus Sekolah Tahfizhul Quran Al Kautsar Klaten Ibrahim Gitarius; Sepriadi; Faiz Roisuddin Hibatullah; Khairil Hafiz; Riky Supratama; Husna Nashihin
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital telah memunculkan tantangan dan peluang baru, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh digitalisasi pembelajaran terhadap peran guru PAI, mengidentifikasi tantangan dalam penguasaan kompetensi digital, serta merumuskan strategi optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi di Sekolah Tahfizhul Quran Al Kautsar Klaten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah mengubah peran guru PAI menjadi lebih dinamis sebagai fasilitator dan pembimbing dalam konteks pembelajaran digital. Namun, sejumlah kendala seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta kesulitan dalam pengembangan konten islami berbasis multimedia menjadi hambatan yang signifikan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi komprehensif berupa pelatihan intensif, pengembangan bahan ajar digital yang bernilai, pemanfaatan platform pembelajaran yang tepat, dan penguatan komunikasi dengan wali peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem pembelajaran agama yang inovatif dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam
The Professionalism of Islamic Religious Education Teachers in Facing the Challenges of Digitalized Learning Sepriadi; Ibrahim Gitarius; Faiz Roisuddun Hibatullah; Khairil Hafidz; Riky Supratama; Husna Nashihin; Liam A. Rutherford
International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning Vol. 3 No. 4 December 2025: International Journal of Post-Axial
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/postaxial.v3i4.494

Abstract

The transformation of digital education presents both challenges and opportunities for Islamic Religious Education (PAI) teachers, particularly in shaping students’ character. This study aims to examine the impact of learning digitalization on the role of PAI teachers, the challenges they face in mastering technology, and the strategies for developing digital-based learning at Tahfizhul Quran Al Kautsar School in Klaten. This research employs a qualitative case study approach through interviews, observations, and documentation conducted in June 2025. The findings indicate that digitalization has shifted the role of teachers to become more active facilitators. However, challenges such as low digital literacy and limited infrastructure remain significant obstacles. Solutions include training, the development of Islamic digital teaching materials, the use of appropriate platforms, and communication with students’ guardians. Collaboration among teachers, schools, and relevant stakeholders is essential to create innovative yet value-driven Islamic education.