Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan, terutama pada industri manufaktur beton seperti UD Pulo Beton Jombang yang memproduksi berbagai komponen bangunan. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan ini adalah tingginya tingkat kecacatan produk pada tiang teras, dengan jenis cacat meliputi pecah, retak, tidak siku, dan keropos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab cacat dan memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data yang digunakan merupakan data historis produksi periode Maret 2024–Februari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat dominan adalah tidak siku dengan jumlah 674 unit atau 40,87% dari total kecacatan 1649 unit. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 306 juga terdapat pada cacat tidak siku, yang dipengaruhi oleh kurangnya ketelitian karyawan, kerusakan cetakan, dan kualitas material yang rendah. Rekomendasi perbaikan mencakup pelatihan prosedur pencampuran dan pemasangan penguat, penerapan SOP pencampuran, inspeksi rutin bahan baku, serta perawatan cetakan dan mesin secara berkala. Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu menekan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk tiang teras UD Pulo Beton.
Copyrights © 2025