Generasi Z, yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan digital yang serba terhubung, menghadirkan tantangan dan peluang unik bagi dunia dakwah. Kelompok demografi ini memiliki karakteristik kognitif, sosial, dan spiritual yang berbeda dari generasi sebelumnya, sehingga pendekatan dakwah konvensional seringkali kurang efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi dakwah yang relevan bagi Generasi Z dengan memanfaatkan kerangka era IAI—Inovasi, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dan Internet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mensintesis temuan dari berbagai literatur terkait media digital, psikologi generasi Z, dan komunikasi dakwah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi IAI ke dalam strategi dakwah dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan utama: (1) Inovasi dalam konten dan platform, seperti penggunaan media sosial interaktif (TikTok, Instagram Reels, Podcast) dan gamifikasi nilai-nilai Islam; (2) Artificial Intelligence untuk personalisasi pengalaman keberagamaan, seperti chatbot penasihat agama, sistem rekomendasi konten Islami, dan analisis data untuk pemetaan kebutuhan spiritual; serta (3) Internet sebagai ruang dakwah yang inklusif dan kolaboratif, memfasilitasi komunitas virtual dan pembelajaran online. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan dakwah di era IAI harus bersifat dialogis, visual, on-demand, dan terpersonalisasi, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip akidah yang sahih. Sebuah model strategi integratif diajukan untuk membantu para dai dan lembaga dakwah dalam menjangkau dan menginspirasi Generasi Z.
Copyrights © 2026