Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh opini audit, temuan audit, dan transparansi terhadap tingkat korupsi pemerintah daerah di Indonesia. Latar belakangnya adalah desentralisasi fiskal yang meningkatkan kemandirian daerah namun juga risiko korupsi, sebagaimana tercermin dari skor CPI Indonesia yang rendah. Data sekunder dari laporan audit BPK dan keterbukaan informasi dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa hanya temuan audit yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat korupsi, sementara opini audit dan transparansi tidak signifikan. Diperlukan pengawasan dan tindak lanjut yang lebih tegas terhadap temuan audit untuk menekan korupsi.
Copyrights © 2025