Penelitian ini menganalisis ayat-ayat keluarga dalam al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāshidī dengan fokus pada relevansinya terhadap problematika rumah tangga Muslim Indonesia kontemporer. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan tematik, penelitian ini menelusuri makna sakinah, mawaddah, dan rahmah serta konsep qiwāmah dan talak dalam kerangka maqāshid al-syarī‘ah yang berorientasi pada perlindungan jiwa, martabat, dan keturunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disharmoni keluarga di Indonesia tidak hanya bersumber dari persoalan personal, tetapi juga terkait dengan dinamika sosial-budaya, struktur patriarki, tekanan ekonomi, serta politik hukum yang belum sepenuhnya melindungi pihak rentan. Pembacaan interdisipliner—melibatkan gender studies, psikologi keluarga, sosiologi, dan antropologi—mengungkap bahwa tafsir literal terhadap qiwāmah sering melahirkan relasi kuasa yang timpang dan bahkan kekerasan domestik, sedangkan perceraian kerap mencerminkan ketimpangan struktural dalam akses keadilan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemaknaan ulang ayat-ayat keluarga melalui maqāshid agar lebih selaras dengan prinsip keadilan, kesalingan, dan kemaslahatan dalam konteks Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya studi tafsir, tetapi juga menawarkan kerangka etis-praktis bagi penguatan keluarga Muslim di tengah perubahan sosial yang cepat.
Copyrights © 2025