Laboratorium sekolah menyimpan berbagai potensi risiko yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) jika tidak dikelola dengan baik. Penerapan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) menjadi strategi efektif untuk menciptakan lingkungan laboratorium yang aman, bersih, dan tertib. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode 5R dalam mendukung penerapan K3 di laboratorium SMA Negeri 6 Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 30 responden yang terdiri dari guru, laboran, dan peserta didik kelas XI. Instrumen berupa angket divalidasi menggunakan teknik Pearson Product Moment dan diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 5R berada dalam kategori “Baik” dengan rata-rata skor 78,66. Aspek yang paling menonjol adalah rapi dan resik, sedangkan aspek rajin memperoleh skor terendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan metode 5R telah berkontribusi positif terhadap peningkatan standar K3 di laboratorium, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek kedisiplinan dan konsistensi perilaku. Penerapan metode 5R sebaiknya terus dibina secara sistematis agar menjadi bagian dari budaya kerja warga sekolah.
Copyrights © 2025