Kampung Tambak Lorok merupakan salah satu wilayah permukiman pesisir di Kota Semarang yang sering mengalami banjir rob serta penurunan muka tanah akibat pembangunan permukiman tak terkendali, sehingga menyebabkan kekumuhan. Permukiman kumuh menyebabkan banyak permasalahan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Penurunan kualitas hidup masyarakat dan banjir rob yang terus melanda memicu tingginya kerentanan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan. Upaya mengurangi kerentanan menjadi penting karena menjadi salah satu pertimbangan penentuan prioritas pengembangan wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan masyarakat terhadap banjir rob dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian dipilih dengan metode random sampling sebanyak 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kerentanan fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan teknik skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat Kampung Tambak Lorok terhadap banjir rob masih tinggi. Sebagian besar rumah tangga memiliki kerentanan fisik sedang, kerentanan ekonomi tinggi, kerentanan sosial rendah, dan kerentanan lingkungan tinggi. Tingkat kerentanan masyarakat yang paling berpengaruh di Kampung Tambak Lorok adalah kerentanan ekonomi, karena adanya ketidakstabilan ekonomi menyebabkan kesejahteraan hidup masyarakat berkurang dan menimbulkan kerentanan masyarakat lainnya sebab setiap kerentanan memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain.
Copyrights © 2025