Penelitian ini mengkaji rasionalitas pewahyuan Al-Qur’an melalui pendekatan skripturalis-filosofis guna menegaskan relevansi epistemologis wahyu dalam konteks keilmuan modern. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa wahyu bukan sekadar fenomena teologis, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat diuji secara rasional. Analisis dilakukan menggunakan kombinasi metode hermeneutik filosofis, analisis wacana, filologi Semitik, dan pendekatan komputasional berbasis pemrosesan bahasa alami. Pendekatan ini memungkinkan interpretasi mendalam terhadap struktur argumentatif teks dan konteks historisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewahyuan Al-Qur’an memiliki koherensi internal yang kuat, dibuktikan melalui stabilitas filologis manuskrip, kontinuitas transmisi, serta konsistensi retorika dan struktur teologisnya. Wahyu terbukti berfungsi sebagai fondasi epistemik yang menuntun akal dan ilmu pengetahuan menuju kesatuan kebenaran. Penelitian ini juga mengungkap relevansi universal Al-Qur’an dalam etika, pluralisme, dan integrasi sains melalui paradigma tawhidic yang menolak dikotomi antara agama dan ilmu. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rasionalitas wahyu memiliki nilai universal dan aplikatif dalam membangun sistem pengetahuan yang komprehensif, interdisipliner, dan berorientasi nilai. Studi ini memperkaya filsafat Islam kontemporer dengan menawarkan model epistemologi integratif yang dapat digunakan untuk mengembangkan wacana etika global, pendidikan spiritual, serta kebijakan ilmu berbasis nilai-nilai wahyu.
Copyrights © 2025