Penelitian ini mengkaji hubungan antara keadilan iklim, keamanan manusia, dan tata kelola krisis di Jamaika dan Kuba, dengan fokus pada pembelajaran yang diambil dari Badai Melissa yang melanda kedua negara pada Oktober 2025. Menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis data terbaru, penelitian ini mengidentifikasi dampak signifikan dari badaiSiklon Melissa terhadap infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok-kelompok rentan seperti masyarakat pesisir dan petani kecil. Meskipun kedua negara telah mengembangkan kerangka kebijakan untuk menghadapi bencana, analisis menunjukkan adanya kesenjangan dalam partisipasi masyarakat dan respons kebijakan terhadap kebutuhan lokal. Temuan menunjukkan bahwa modal sosial dan jaringan kolaboratif memainkan peran kunci dalam meningkatkan ketahanan masyarakat pasca-bencana. Namun, tantangan seperti kurangnya sumber daya, koordinasi antar lembaga yang lemah, dan resistensi terhadap perubahan masih menghambat efektivitas tata kelola krisis. Penelitian ini menekankan perlunya kebijakan yang lebih inklusif dan responsif, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dengan merumuskan rekomendasi kebijakan yang berbasis pada temuan ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan bencana alam di masa depan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi yang lebih adil dan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat di kawasan Karibia.
Copyrights © 2025