Perubahan gaya hidup masyarakat, terutama di perkotaan, telah menggeser pola penyakit dari infeksi menuju penyakit degeneratif dan metabolik, salah satunya asam urat. Penyakit ini cukup tinggi prevalensinya pada kelompok lansia dan dapat menimbulkan dampak serius seperti nyeri hebat, keterbatasan gerak, hingga komplikasi berupa batu ginjal dan kerusakan sendi permanen. Upaya promotif dan preventif menjadi penting untuk menekan angka kejadian asam urat, salah satunya melalui edukasi dan penyuluhan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 2 Juli 2025 di Lapangan Mersi, di Purwokerto Timur, dengan 50 peserta lansia. Pendekatan menggunakan ceramah dan diskusi interaktif yang didukung media booklet, banner, dan leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan, di mana lebih dari 80% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar tentang faktor risiko, gejala, dan pencegahan asam urat. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan lansia, mendorong perilaku hidup sehat, dan memperkuat upaya pencegahan komplikasi. Edukasi berkelanjutan perlu dilakukan secara rutin sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas hidup
Copyrights © 2025