Pisang Mauli (Musa Acuminata) merupakan salah satu varietas lokal unggulan asal Kalimantan Selatan yang banyak dikonsumsi dalam keadaan segar. Namun, seperti buah tropis lainnya, pisang ini memiliki umur simpan yang singkat akibat proses respirasi dan transpirasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap laju kematangan pisang Mauli selama tiga hari penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu jenis kemasan (PP, PE, vakum, dan kontrol) dan suhu penyimpanan (ruang dan chiller). Parameter yang diamati meliputi perubahan bobot, uji organoleptik warna, aroma, dan tekstur yang dinilai oleh 15 panelis. Hasil menunjukkan bahwa memperpanjang umur simpan pisang Mauli secara optimal terdapat pada penggunaan kemasan vacuum dan penyimpanan pada suhu chiller (±13–15 °C). Kombinasi ini paling efektif dalam menjaga kualitas warna, tekstur, dan aroma pisang, serta menghambat perubahan fisiologis yang menyebabkan kematangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei dan dilakukan di Laboratorium Terpadu 2, Laboratorium Pengolahan Pangan, Institut Teknologi Kalimantan.
Copyrights © 2026