Latar Belakang: Keputihan adalah indikator utama kesehatan reproduksi pada remaja putri. Keputihan tidak normal bisa menandakan infeksi atau gangguan kesehatan lain yang perlu segera ditangani.Stres berdampak signifikan pada kesehatan fisik, mental, dan reproduksi. Pada remaja putri, stres tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon, mempengaruhi siklus menstruasi, dan meningkatkan risiko keputihan abnormal. Tujuan Mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan kejadian keputihan pada remaja putri di situasi pra bencana. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 55 responden dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil: Ada hubungan yang bemakna antara tingkat stress dengan kejadian keputihan didapatkan nilai p-value 0.000 (p<0.05) dengan nilai koefisiensi koorelasi 0.806 artinya terdapat korelasi kuat antara stress dengan kejadian keputihan pada remaja putri dalam rentang 0.60-0.806. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian keputihan pada remaja putri
Copyrights © 2025