Diabetes melitus merupakan suatu keadaan dimana gula darah dalam keadaan tinggi atau diatas normal dan perlahan namun pasti akan merusak jaringan dalam tubuh jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk pengobatan tradisional sebagai antidiabetes adalah Beriang (Ploiarium elegans korth). Senyawa yang terkandung dalam daun beriang adalah alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun Beriang (Ploiarium elegans korth) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan (Mus musculus). Metode yang digunakan dalam pengujian aktivitas antidiabetes ialah tes toleransi glukosa dengan mengamati aktivitas penurunan kadar glukosa pada mencit putih Jantan (Mus musculus) dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB yang di induksi aloksan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun Beriang memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah pada mencit hiperglikemia dengan rata-rata persentase dosis ekstrak daun Beriang 100 mg/kgBB yaitu 30,18%, 200 mg/kgBB yaitu 35,32%, dan 300 mg/kgBB yaitu 54,57%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian ekstrak etanol daun beriang dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan yang ditunjukkan oleh hewan uji mencit.
Copyrights © 2026