Penelitian ini mengkaji fenomena penundaan stimulasi sensorik yang meluas pada siswa kelas rendah sekolah dasar, dipicu oleh keterbatasan aktivitas fisik dan interaksi sosial selama pandemi COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilaksanakan di sebuah sekolah dasar berbasis Montessori di Yogyakarta, melibatkan siswa kelas 1–3 dan tiga orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi sistematis di kelas, dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Strategi Pyramid Class, yang berlandaskan kerangka Pyramid of Learning, secara efektif mengaktivasi ketujuh sistem sensorik melalui aktivitas multisensori terarah: integrasi media visual, permainan auditori (Mimimi), eksplorasi taktil, diferensiasi aroma, tantangan vestibular (lompat tali), latihan proprioseptif (permainan buaya), serta stimulasi gustatori (meniup balon dan mencicipi). Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam atensi, koordinasi motorik, dan responsivitas terhadap instruksi, terutama pada ranah visual, taktil, dan vestibular. Namun, domain auditori, gustatori, dan proprioseptif masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Pyramid Class terbukti sebagai intervensi pedagogis yang kokoh dalam memajukan integrasi sensorik holistik dan kesiapan belajar pada anak usia dini.
Copyrights © 2025