Daya tarik wisata rohani memiliki peran penting dalam membentuk keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan rekreasi masyarakat modern. Penelitian ini fokus pada kajian daya tarik wisata rohani Salib Kasih di Tarutung, Tapanuli Utara, yang dikenal sebagai destinasi spiritual umat Kristen sekaligus simbol sejarah penyebaran agama di Tanah Batak. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, kajian ini menggambarkan makna spiritual, nilai budaya, serta peran sosial-ekonomi yang muncul dari keberadaan Salib Kasih sebagai pusat wisata spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Salib Kasih tidak hanya memiliki nilai religius melalui simbol salib dan sejarah misi Dr. Ludwig Ingwer Nommensen, tetapi juga menawarkan keindahan alam perbukitan yang menciptakan suasana reflektif dan damai. Fasilitas yang memadai, partisipasi masyarakat, serta inovasi pengembangan kawasan wisata turut memperkuat daya tariknya sebagai destinasi perikanan unggulan di Sumatera Utara. Selain berfungsi sebagai tempat ziarah dan pembinaan iman, kawasan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan pelestarian nilai budaya. Oleh karena itu, Salib Kasih berperan sebagai sarana spiritual sekaligus potensi strategi dalam pengembangan pariwisata rohani berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2025