Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta untuk menganalisis bagaimana pengaruhnya terhadap minat belajar peserta didik di SDN Rawasari 05 Jakarta Pusat. Pendekatan Culturally Responsive Teaching digunakan sebagai bentuk upaya untuk menciptakan sebuah proses pembelajaran yang relevan dengan latar budaya siswa di lingkungan sekitar, terutama konteks social-budaya Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan dengan mengintegrasikan konteks budaya lokal Jakarta dalam materi ajar, penggunaan metode diskusi interaktif, serta pemberian ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan pengalaman budaya mereka. Implementasinya kini terbukti meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, dan rasa memiliki terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadi pendekatan efektif dalam membangun sebuah pembelajaran yang inklusif, bermakna serta berpusat pada peserta didik di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2025