Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan musim terhadap hasil panen tanaman biofarmaka (jahe, kunyit, lengkuas, dan kencur) di Kecamatan Batang Kuis. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif dari survei 29 petani serta data BPS, hasil penelitian menunjukkan bahwa periode 2020–2023 mengalami penurunan luas lahan dan fluktuasi produksi yang dipengaruhi oleh curah hujan tidak stabil, perubahan musim, kekeringan, dan genangan air. Faktor sosial ekonomi seperti kualitas bibit, biaya produksi tinggi, serta serangan hama turut menjadi penghambat. Adapun faktor pendorong produktivitas meliputi kondisi tanah subur, curah hujan stabil, dan akses irigasi yang baik. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan teknologi budidaya dan strategi adaptasi petani terhadap perubahan iklim untuk menjaga stabilitas produksi biofarmaka.
Copyrights © 2025