Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penerapan metode manajemen risiko pada berbagai unit daerah PT PLN (Persero) serta mensintesiskan implikasinya terhadap tata kelola korporat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–analitis, penelitian ini menelaah delapan artikel jurnal dan laporan akademik yang membahas praktik manajemen risiko operasional, proyek, dan keuangan di lingkungan PLN. Metode analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kesamaan dan perbedaan antar-studi serta menilai kesesuaiannya dengan standar internasional, yaitu ISO 31000:2018 dan COSO Enterprise Risk Management (ERM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko di PLN masih bersifat terfragmentasi antar-unit, dengan tingkat integrasi dan pelaporan yang belum seragam. ISO 31000 dinilai lebih fleksibel untuk kegiatan operasional di tingkat unit, sedangkan COSO ERM lebih menekankan aspek akuntabilitas dan tata kelola di tingkat korporat. Oleh karena itu, model hybrid yang mengkombinasikan fleksibilitas ISO 31000 dan struktur pelaporan COSO ERM direkomendasikan sebagai kerangka ideal bagi tata kelola risiko terintegrasi PLN. Sintesis ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pemahaman integrasi manajemen risiko pada BUMN serta wawasan strategis bagi penguatan tata kelola berbasis risiko. Â
Copyrights © 2025