Penyakit dermatomikosis merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, umumnya dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu mikosis superfisial yang dapat mengenai jaringan mati pada daerah kulit, kuku serta rambut. Serta bagian lain yaitu mikosis subkutan berupa kelainan kulit akibat infeksi jamur yang melibatkan jaringan di bawah kulit. Menurut WHO, terdapat 20% mengalami infeksi jamur dari seluruh dunia. Jumlah penyakit kulit dan kelamin yang disebabkan oleh jamur, belum pernah dilaporkan dikota Palu, khususnya di RSUD Undata yang menjadi salah satu RS Daerah terbesar di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran dan mengetahui informasi mengenai distribusi penyakit kulit dan kelamin akibat jamur di RSUD Undata Palu Tahun 2013-2021. pada penelitian ini menggunakan penelitian observasional deskriptif dengan Pengambilan sampel penelitian dilakukan di RSUD Undata Palu. Sampel penelitian adalah semua pasien yang terdiagnosa penyakit kulit akibat jamur tahun 2013 – 2021.dari hasil penelitian yang dilakukan di Poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Undata Palu selama kurun waktu 9 tahun sejak 2013 sampai 2021 terdapat 1.576 pasien dengan infeksi kulit karena jamur. kasus penyakit kulit akibat jamur paling banyak didapat pada tahun 2017 yaitu sebanyak 312 kasus, dan terjadi penurunan di 2 tahun terakhir. Penyakit kulit akibat jamur paling banyak adalah Tinea cruris yaitu sebanyak 647 kasus. Kesimpulan yang didapatkan bahwa penyakit kulit akibat jamur di RSUD Undata Palu masih tinggi dan paling sering mengenai di daerah superfisial terutama pada kulit.
Copyrights © 2022